JAKARTA, GRANDISMA.COM – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak secara tegas membantah klaim kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.
Kelompok tersebut sebelumnya menuduh tiga warga sipil yang menjadi korban penembakan di Kabupaten Jayawijaya sebagai bagian dari aparat intelijen tentara.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh Jenderal Maruli Simanjuntak saat memberikan keterangan resmi di Jakarta pada Jumat, 11 September 2026.
Menurutnya, tuduhan sebagai intelijen militer merupakan dalih berulang dan alasan klasik yang selalu diciptakan kelompok tersebut untuk membenarkan tindakan kekerasan mereka.
KSAD menegaskan bahwa para korban murni merupakan warga sipil asal Nusa Tenggara Timur yang bekerja di sektor pertanian untuk mengabdi kepada masyarakat.
Salah satu korban bahkan merupakan pemuda berusia 24 tahun yang baru saja memulai pekerjaannya di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.
Ia meminta masyarakat dan publik untuk mengecek langsung fakta di lapangan mengenai latar belakang para korban yang tidak memiliki kaitan sama sekali dengan unsur intelijen.
Tragedi penembakan yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian tersebut terjadi di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026).
