SIKKA, GRANDISMA.COM – Suasana duka mendalam menyelimuti kedatangan jenazah salah satu warga Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang menjadi korban kekerasan bersenjata.
Alfonsius Albinus Mehan (35), warga asal Sikka, tewas secara mengenaskan setelah diadang dan ditembak oleh kelompok bersenjata di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Peristiwa berdarah yang merenggut nyawa korban bersama dua rekannya, Aprida Rapi (49) dan Wili Mbuik (25), tersebut terjadi pada Rabu, 9 September 2026 lalu.
Merespons tragedi kemanusiaan tersebut, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan kecaman keras secara terbuka saat melayat langsung di rumah duka di Kelurahan Wailiti, Jumat (11/9/2026).
Di hadapan keluarga korban dan masyarakat setempat, politikus muda tersebut menilai tindakan penembakan terhadap warga sipil tak bersalah itu jauh lebih keji daripada aksi terorisme.
Dengan nada tegas, ia menyatakan bahwa aksi biadab tersebut sudah sering terjadi dan tidak boleh lagi dibiarkan terus-menerus merenggut nyawa anak bangsa di tanah rantau.
Kehadiran korban di Papua sejatinya adalah untuk bekerja, mengabdi, serta membantu masyarakat setempat, sehingga insiden penyerangan ini dinilai sangat menyayat hati seluruh warga Sikka.
Pemerintah Kabupaten Sikka secara resmi mendesak agar aparat penegak hukum dan negara segera bergerak cepat menangkap para pelaku serta mengusut tuntas jaringan tersebut hingga ke akar-akarnya.
