ATAMBUA, GRANDISMA.COM- Penguatan tata kelola wilayah perbatasan terus diakselerasi oleh Pemerintah Kabupaten Belu melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan lembaga eksekutif dan legislatif.
Manifestasi dari penguatan kelembagaan ini ditunjukkan melalui kunjungan bersama yang dipimpin oleh Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, ke Kantor Camat Raihat pada Senin, 25 Mei 2026.
Kunjungan kerja yang dilaksanakan selepas mendampingi Asops Panglima TNI tersebut sengaja melibatkan otoritas pengawas anggaran dan kebijakan daerah.
Kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Belu bersama Sekretaris Dewan (Sekwan) dalam rombongan ini mengindikasikan adanya komitmen bersama untuk menyelaraskan regulasi pembangunan dengan kebutuhan riil masyarakat di kawasan perbatasan Timur Leste.
Selain unsur parlemen lokal, jajaran teknis strategis seperti Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Kepala Badan Pengelola Perbatasan juga dilibatkan dalam peninjauan lapangan ini.
Kehadiran para kepala badan dan dinas ini dimaksudkan untuk melihat potensi pengembangan kawasan serta sinkronisasi program kerja yang menyasar langsung klaster masyarakat di Kecamatan Raihat.
Rombongan tingkat tinggi Pemkab Belu ini diterima langsung oleh Camat Raihat dan Sekretaris Kecamatan di ruang utama kantor kecamatan.
Seluruh ASN yang berada di bawah naungan administrasi Kecamatan Raihat juga dikumpulkan untuk mendengarkan langsung pokok-pokok pikiran serta evaluasi kinerja yang dibawa oleh jajaran pimpinan daerah tersebut.
Wakil Bupati Belu dalam kunjungan menegaskan bahwa Kecamatan Raihat memegang peranan yang sangat vital sebagai koridor utama masuknya arus sosial-ekonomi di perbatasan.
Melalui kedudukan strategis tersebut, Vicente menyatakan bahwa koordinasi antara pemerintah kecamatan dengan instansi vertikal di tingkat kabupaten harus berjalan tanpa sekat birokrasi.
Vicente meminta agar program-program pemberdayaan masyarakat yang dirancang oleh Dinas Perdagind maupun Badan Perbatasan dapat segera diimplementasikan dengan dukungan penuh dari aparatur kecamatan.
Dirinya tidak ingin ada keterlambatan penyerapan program hanya karena buruknya komunikasi antara aparat lapangan di Raihat dengan kantor pusat di kabupaten.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Belu memberikan pujian atas stabilitas wilayah yang berhasil dirawat oleh pemangku kebijakan di Kecamatan Raihat.
Kemampuan aparatur kecamatan dalam membangun komunikasi dua arah dengan warga dinilai sukses meminimalisasi potensi gesekan sosial di kawasan sensitif yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Kunjungan kerja kolaboratif ini diakhiri dengan penegasan dari Wabup Belu mengenai pentingnya merawat soliditas internal secara berkelanjutan.
Vicente berpesan agar jajaran pemerintah kecamatan dan masyarakat tetap bersatu padu, mengingat tantangan pembangunan di wilayah perbatasan hanya bisa diselesaikan melalui kerja sama yang kompak demi kemajuan Kabupaten Belu.
