Wabup Vicente: Hak Asasi Manusia adalah Pilar Peradaban  

BERITA, DAERAH, POLITIK259 Dilihat

Atambua, Grandisma.com –Pada Perayaan peringatan Hari Hak Asasi Manusia, bersama Hari Anti Korupsi Sedunia, Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, serta Hari Disabilitas Internasional di Lapangan Umum Atambua, Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST menegaskan bahwa hak asasi manusia adalah pilar yang tidak tergantikan bagi peradaban, Sabtu (06/12/2025).

Kegiatan yang diadakan secara terbuka dengan tema “Bersatu untuk Kemanusiaan dan Lingkungan”, ini menjadi wadah oleh pemerintah Kabupaten Belu untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian hak asasi manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam pidatonya yang penuh tekad, Wabup Vicente menyatakan, “Kita menolak segala bentuk pelanggaran HAM dan memastikan setiap kebijakan mengutamakan kesejahteraan serta martabat manusia.”

Menurutnya, tanpa penerapan hak asasi manusia yang baik, peradaban tidak akan mampu berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

Selain itu, Wabup Vicente menjelaskan bahwa penegakkan hak asasi manusia tidak dapat berdiri sendiri.

Oleh karena itu ia menegaskan pentingnya kolaborasi antar berbagai pihak baik itu pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat umum.

” Kita harus bergandeng tangan, bersatu padu dan berkolaborasi borasi. Baik itu pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat umum, harus bekerja sama untuk menolak segala bentuk pelanggaran terhadap HAM.” Ajak Vicente

 

“Seringkali mereka yang terdampak sakit seperti HIV/AIDS mendapat stigma dan diskriminasi di masyarakat. Saya berharap itu jangan lagi. Setiap orang harus dihargai dan dihormati. Setiap orang berhak mendapatkan pelayanan yang baik termasuk informasi akurat, layanan kesehatan yang layak, dan perlindungan hukum.” Tambah Vicenten

Bagi Vicente, Keluarga, sekolah, dan masyarakat harus menjadi ruang aman bagi semua individu tanpa harus memandang status hidup.

Pada kesempatan yang sama, ia mengutamakan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari kekerasan.

“Perempuan dan anak berhak hidup tanpa rasa takut, tanpa ancaman, dan tanpa kekerasan dalam bentuk apa pun,” ujarny

Pemerintah daerah, katanya, akan terus meningkatkan upaya pencegahan dan pemberian perlindungan bagi korban kekerasan.

Kegiatan ini juga menekankan pada inklusi bagi kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas, kelompok minoritas, masyarakat adat, dan pemuda.

Wabup Vicente menjelaskan bahwa inklusi adalah bagian tak terpisah dari hak asasi manusia, karena setiap orang berhak berpartisipasi penuh dalam kehidupan masyarakat tanpa diskriminasi.

Selain isu kemanusiaan, acara ini juga mengaitkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya melindungi hak asasi manusia.

Fokus pada pemerintah Kabupaten Belu adalah sosialisasi aksi nol sampah plastik yang ditujukan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga alam untuk memastikan kesejahteraan generasi mendatang.

Acara yang diadakan selama sehari penuh itu dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Dekan Universitas Pertahanan Ben Mboi Kabupaten Belu, Forkopimda Kabupaten Belu, dan Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL.

Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya penegakkan hak asasi manusia sebagai pilar peradaban.

Selain pejabat, acara juga dihadiri oleh para pejabat instansi vertikal dan perangkat daerah, pimpinan BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, organisasi wanita, komunitas transgender, hingga siswa SMP dan SMA.

Keberagaman peserta ini menggambarkan kesatuan dalam mendukung tujuan acara yang terpusat pada hak asasi manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *