Tanah Dihibahkan Masyarakat Adat, SMP Satap Maulakak Resmi Berizin, Akses Pendidikan Belu Diperkuat

BERITA12 Dilihat

Tanah Dihibahkan Masyarakat Adat, SMP Satap Maulakak Resmi Berizin, Akses Pendidikan Belu DiperkuatBELU, GRANDISMA.COM – SMP Satu Atap (Satap) Maulakak di Desa Dualasi Raiulun, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini resmi mengantongi izin pendirian, izin operasional, dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).

Kepastian administrasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut, Senin (26/10/2026).

Peresmian legalitas sekolah itu tidak terlepas dari dukungan masyarakat adat yang menghibahkan tanah untuk pembangunan fasilitas pendidikan.

Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., menyampaikan apresiasi kepada suku-suku yang telah memberikan lahan serta para guru yang berjuang mempertahankan keberlangsungan pendidikan di Desa Dualasi Raiulun.

“Dengan pendidikan, masyarakat kita bisa maju. Terima kasih kepada suku-suku yang rela memberikan lahannya untuk pembangunan sekolah ini. Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan anak-anak kita,” ujar Vicente dalam kegiatan penyerahan dokumen perizinan sekolah.

Menurut Vicente, dukungan masyarakat adat merupakan bagian penting dari upaya memperluas kesempatan anak-anak memperoleh pendidikan.

Ia meminta masyarakat, pemerintah desa, dan tenaga pendidik bersama-sama menjaga fasilitas sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Wakil Bupati juga mengingatkan agar dokumen penyerahan tanah disimpan dengan baik di rumah suku.

Dokumen tersebut dinilai penting sebagai bukti bagi generasi penerus sekaligus bagian dari upaya menjaga kejelasan administrasi atas tanah yang telah diberikan untuk kepentingan pendidikan.

Terbitnya izin pendirian, izin operasional, dan NPSN menjadi tonggak administratif bagi SMP Satap Maulakak.

Namun, keberlanjutan sekolah tetap membutuhkan perhatian terhadap kualitas pembelajaran, ketersediaan tenaga pendidik, fasilitas pendukung, serta partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang memadai.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Lasiolat, pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Desa Dualasi Raiulun, para guru, dan orang tua murid.

Kehadiran unsur pemerintah dan masyarakat mencerminkan dukungan bersama terhadap penguatan layanan pendidikan di tingkat desa.

Dukungan masyarakat adat, perjuangan guru, dan perhatian pemerintah diharapkan menjadi fondasi bagi keberlanjutan SMP Satap Maulakak.

Dengan legalitas yang kini telah dimiliki, tantangan berikutnya adalah memastikan sekolah tersebut mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Kabupaten Belu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *