NGADA, GRANDISMA.COM – Proses pemulihan wilayah terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan dan infrastruktur publik saja.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur juga merumuskan langkah komprehensif guna membangkitkan kembali sektor perekonomian rakyat yang sempat lumpuh akibat guncangan gempa.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Penanganan Gempa Flores yang dipimpin oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Posko Tanggap Darurat Ngada, Rabu, 9 September 2026.
Gubernur memaparkan bahwa pemulihan ekonomi diarahkan pada sektor pertanian, kelautan dan perikanan, perdagangan, serta penguatan kembali kapasitas pelaku UMKM yang terdampak.
Sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada masyarakat, Pemprov NTT memberlakukan kebijakan keringanan berupa pemotongan 75 persen pajak kendaraan bermotor di wilayah terdampak.
Kebijakan keringanan fiskal tersebut diharapkan mampu meringankan beban finansial warga sekaligus memulihkan mobilitas logistik serta aktivitas perdagangan di daerah.
Guna memastikan seluruh proses pengadaan dan penyaluran anggaran berjalan transparan, Kejaksaan Negeri Ngada turut dilibatkan dengan menyiagakan enam jaksa untuk pendampingan hukum.
Dengan sinergi yang solid antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, Gubernur optimis daratan Flores akan bangkit lebih cepat dan menjadi jauh lebih tangguh ke depannya.
