KUPANG, GRANDISMA.COM – Transparansi dan komunikasi publik menjadi poin krusial yang ditekankan Gubernur NTT Melki Laka Lena usai melantik pejabat eselon II.
Ia meminta setiap kepala dinas aktif menyampaikan perkembangan kerja kepada masyarakat.
Melki menilai selama ini banyak capaian pemerintah yang belum tersampaikan dengan baik ke publik.
Akibatnya, muncul persepsi bahwa pemerintah tidak bekerja, padahal banyak program yang sudah berjalan sukses.
”Rakyat harus tahu apa yang sudah kita kerjakan. Jangan diam saja. Gunakan media massa dan media sosial untuk mengabarkan kemajuan pembangunan,” ujar Melki di Kupang, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, komunikasi publik bukan sekadar pamer kinerja, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral.
Rakyat NTT berhak mengetahui bagaimana kebijakan pemerintah berdampak pada kehidupan mereka sehari-hari.
Ia meminta dinas-dinas strategis tidak alergi terhadap wartawan.
Komunikasi yang baik dengan insan pers dianggap sebagai jembatan efektif untuk menyebarkan informasi pembangunan ke daerah-daerah terpencil.
Setiap pejabat pimpinan tinggi pratama diharapkan mampu menjadi juru bicara bagi instansinya masing-masing.
Mereka harus menguasai data agar informasi yang disampaikan ke publik akurat dan tidak menyesatkan.
Gubernur juga mendorong penguatan kanal informasi digital di tiap dinas.
Situs web resmi dan akun media sosial dinas harus dikelola secara profesional dan diperbarui secara berkala dengan konten yang informatif.
”Di era digital ini, kecepatan informasi adalah segalanya. Jika kita tidak bicara, maka ruang publik akan diisi oleh spekulasi atau berita bohong,” tegas Melkiades Laka Lena.
Ia mencontohkan program seperti NTT Mart dan Gerakan Beli NTT yang membutuhkan sosialisasi masif.
Tanpa komunikasi publik yang kuat, program tersebut sulit mendapatkan partisipasi luas dari masyarakat.
Selain itu, komunikasi dua arah juga diminta untuk ditingkatkan.
Pejabat harus mau mendengar keluhan dan masukan masyarakat melalui berbagai saluran pengaduan yang telah disediakan pemerintah.
Melki optimis, dengan komunikasi publik yang baik, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pemprov NTT akan meningkat.
Hal ini penting untuk menciptakan stabilitas dan dukungan terhadap kebijakan daerah.
Instruksi ini pun langsung direspons oleh para pejabat yang hadir sebagai komitmen untuk lebih terbuka.
Gubernur menutup pesannya dengan mengingatkan bahwa di era keterbukaan informasi, tidak ada lagi yang bisa ditutup-tutupi.
