Wamendikdasmen Beri Apresiasi: Sekolah Swasta Jadi Tulang Punggung Pendidikan Nasional

BERITA, DAERAH, PENDIDIKAN249 Dilihat

Kupang, Grandisma.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Fajar Riza Ul Haq memberikan apresiasi khusus dan menegaskan bahwa sekolah swasta telah menjadi tulang punggung sistem pendidikan nasional.

Penyampaian ini dilakukan dalam acara Hari Studi dan Perayaan Hari Ulang Tahun Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) ke 50+1 yang digelar di Hotel Kristal Kupang, Rabu (17/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung sejak 15-18 Desember 2025 mengangkat tema “Ut Omnes Unum Sint, All Together Now Mewujudkan Sekolah Unggul Katolik di Bumi Nusantara”.

Acara ini dihadiri juga oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, serta berbagai tokoh pendidikan dan komunitas agama dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Wamendikdasmen Haq mengungkapkan bahwa peran pendidikan sangat krusial bagi perkembangan negara, dan peningkatan kualitas pendidikan akan mencetak generasi unggul, cerdas, berkualitas, dan berkarakter. Ia menambahkan bahwa kontribusi sekolah swasta, termasuk yang berbasis agama, tidak bisa disepelekan.

“Sekolah swasta telah bekerja sama dengan pemerintah selama ini untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat, terutama di daerah yang sulit dijangkau oleh sekolah negeri,” ujar Haq.

Ia menekankan bahwa tanpa peran sekolah swasta, sistem pendidikan nasional akan sulit berjalan optimal.

“Ia benar-benar menjadi tulang punggung pendidikan nasional – memberikan alternatif, memperkuat akses, dan berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa sejak lama,” tegas Wamendikdasmen.

Ia juga menyatakan bahwa pemerintah senantiasa memberikan dukungan terhadap keberlanjutan sekolah swasta.

Selain itu, Haq juga mengungkapkan bahwa pendidikan Katolik sebagai bagian dari sekolah swasta telah berperan sebagai laboratorium inklusi sejak era kolonial.

“Filosofinya menjadi tempat perjumpaan antar individu, antar generasi, antar iman, dan antar bangsa  yang sangat penting untuk keutuhan bangsa,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa hal ini sejalan dengan ungkapan Paus Fransiskus yang menyatakan bahwa pendidikan hari ini dan masa depan harus berani menciptakan individu yang inklusif, bertanggung jawab, dan penuh empati.

“Ini adalah nilai yang juga mendukung pendidikan nasional yang berkeadilan,” tambahnya.

Sejalan dengan pembicaraan Wamendikdasmen, Gubernur NTT Melki Laka Lena membawakan materi tentang “Kontribusi Sekolah Katolik Dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di NTT”. Ia mendorong setiap sekolah, baik negeri maupun swasta, untuk mencetak lulusan yang mandiri.

“Visi NTT yang kami tetapkan adalah maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berlanjutan. Kata ‘cerdas’ dimasukkan secara khusus untuk menegaskan bahwa pendidikan adalah faktor kunci dalam memajukan peradaban daerah dan nasional,” kata Gubernur.

Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT aktif mendorong pendidikan vokasi unggulan berbasis potensi daerah, baik di sekolah negeri maupun swasta. “Sekolah vokasi diprioritaskan untuk meningkatkan daya saing, kemandirian, dan kewirausahaan siswa,” jelasnya.

Selain itu, ada penguatan program “One School One Product” sebagai upaya mendukung ekonomi lokal dan kemandirian siswa. “Kita ingin setiap sekolah, termasuk swasta, memiliki produk khas yang bisa dipasarkan – belajar akademik dan keterampilan sekaligus,” tambahnya.

Gubernur Laka Lena juga mengungkapkan apresiasi terkait peran sekolah swasta Katolik dalam membentuk moral dan karakter siswa. “Perjalanan hidup saya yang bersekolah di sekolah Katolik membuat saya merasakan kuat peran pendidikan karakter itu menjadi keunggulan yang dibawa sekolah swasta,” ceritanya.

Ia menambahkan bahwa konsep pendidikan di NTT diarahkan untuk mencakup aspek intelektual, karakter, spiritual, sosial, dan kewirausahaan guna membentuk peserta didik yang utuh dan mandiri.

“SDM NTT juga diharapkan mampu mengelola sumber daya lokal untuk kemajuan daerah dan bangsa,” tegasnya.

Selain sebagai ajang perayaan HUT MNPK, kegiatan ini juga bertujuan sebagai konsolidasi dan sinergi serta mensyukuri perjalanan, karya, dan kontribusi sekolah swasta Katolik dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah evaluasi peran mereka dalam menjawab tantangan pendidikan nasional dan global.

Mengakhiri acara, Wamendikdasmen Haq menyampaikan harapan agar sekolah swasta terus mempertahankan kontribusinya sebagai tulang punggung pendidikan nasional.

“Mari kita bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan untuk mencetak generasi yang unggul dan mampu membangun bangsa yang lebih baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *