Atambua, Grandisma.com – Pemerintah Kabupaten Belu mengungkapkan skor literasi yang masih perlu perhatian serius, dengan angka 37,43 persen untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan 55,03 persen untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Pengumuman ini disampaikan Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, dalam acara penyerahan hadiah Tantangan Baca Bupati Belu dan Belu Regent’s Reading Challenge Tahun 2025, yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Belu, Kamis (18/12/2025).
Acara yang dihadiri berbagai pihak tersebut juga menjadi ajang penyerahan bantuan biaya pendidikan dan perlengkapan sekolah bagi peserta didik tidak mampu, serta penghargaan bagi atlet Belu yang meraih prestasi di tingkat nasional.
Namun, fokus utama sambutan Bupati tetap pada pentingnya mengatasi masalah literasi yang masih menjadi tantangan.
“Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul dalam acara yang mengintegrasikan penguatan pendidikan, literasi, dan prestasi olahraga,” ujar Bupati Lay dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa skor literasi saat ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa upaya penguatan literasi harus dilakukan secara serius, terstruktur, dan berkelanjutan.
“Kita tidak bisa mengabaikannya lagi, karena kemampuan membaca, memahami, dan merefleksikan isi bacaan merupakan fondasi penting bagi keberhasilan belajar peserta didik pada semua jenjang,” tegasnya.
Untuk merespons masalah ini, Pemerintah Kabupaten Belu melalui Disdikpora menyelenggarakan Tantangan Baca Bupati Belu bagi siswa SD dan Belu Regent’s Reading Challenge bagi siswa SMP.
Program ini menggunakan sistem membaca selama 20 hari berturut-turut, disertai latihan pemahaman bacaan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Kegiatan tantangan baca ini berhasil diikuti oleh 2.794 peserta didik, yang terdiri dari 1.353 siswa SD dan 1.441 siswa SMP yang tersebar di 12 kecamatan di Belu.
Jumlah peserta yang cukup banyak ini membuat Bupati Lay optimis bahwa semangat membaca anak-anak Belu terus tumbuh dan perlu didukung bersama.
“Kita melihat antusiasme yang baik dari anak-anak. Ini bukti bahwa mereka siap untuk meningkatkan kemampuan literasi, asalkan ada program yang tepat dan dukungan dari semua pihak,” ungkap Bupati.
Selain program tantangan baca, Pemerintah Belu juga memberikan bantuan biaya pendidikan kepada 1.985 siswa SD dan 1.947 siswa SMP dengan total anggaran sebesar Rp4.718.400.000.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua dan mencegah angka putus sekolah, yang juga menjadi faktor yang mempengaruhi kualitas literasi.
Pada kesempatan yang sama, juga diberikan bantuan perlengkapan sekolah kepada 2.000 peserta didik dengan anggaran Rp1.500.000.000.
Bupati Lay berharap bantuan tersebut dapat memastikan anak-anak Belu tetap mendapatkan haknya untuk mengenyam pendidikan tanpa hambatan.
“Pendidikan dan literasi tidak bisa dipisahkan. Jika anak-anak tidak bisa bersekolah karena keterbatasan ekonomi, maka kemampuan literasi mereka juga akan terganggu,” jelasnya.
Acara tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Belu, para pimpinan OPD Kabupaten Belu, Kepala Bank NTT Cabang Atambua, para kepala sekolah, guru pendamping, orang tua peserta didik, para atlet, serta siswa-siswi SD dan SMP.
Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi di Belu.
Selain bidang pendidikan, Bupati Lay juga memberikan apresiasi atas prestasi olahraga yang diraih atlet Belu di tingkat nasional. Pada PON XXI Aceh–Sumatera Utara, atlet Belu yang mewakili Provinsi NTT berhasil meraih 1 medali emas, 4 medali perak, dan 2 medali perunggu.
Sementara itu, pada Kejuaraan Nasional INKAI Jakarta Tahun 2024, atlet Belu meraih 3 medali perak dan 1 medali perunggu. “Prestasi ini membuktikan bahwa anak-anak Belu tidak hanya berpotensi di bidang akademik dan literasi, tetapi juga di olahraga,” tegas Bupati.
Pemerintah Belu menyerahkan penghargaan kepada atlet peraih medali maupun non-medali sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan olahraga dan pengembangan potensi generasi muda.
Bupati berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk terus berlatih dan berprestasi.
Mengakhiri acara, Bupati Lay berpesan kepada peserta didik agar terus membaca, belajar, dan berprestasi.
“Teruslah membaca, karena membaca akan membuka jendela dunia dan memperluas wawasan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Kita akan terus bekerja keras untuk meningkatkan skor literasi Belu,” pungkasnya.

