ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Puluhan warga Desa Teun, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, mendatangi kegiatan reses yang digelar oleh anggota DPRD Kabupaten Belu dari Fraksi PDI Perjuangan, Gede Manek Sugiartana, Sabtu (8/8/2026).
Pertemuan tatap muka yang berlangsung hangat tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan mendasar yang melanda wilayah perbatasan.
Dalam dialog interaktif tersebut, fokus perhatian masyarakat tertuju pada dua isu krusial yang mendesak, yaitu kondisi infrastruktur jalan provinsi yang makin memprihatinkan serta minimnya dukungan sarana dan prasarana di sektor pertanian.
Ancaman keselamatan dan akses transportasi ekonomi warga disuarakan langsung oleh tokoh masyarakat Desa Teun, Blasius (35).
Ia menumpahkan keluh kesahnya terkait kerusakan fatal pada ruas jalan utama yang menghubungkan dua wilayah kabupaten tersebut.
Blasius (35) mengeluhkan kondisi jalan provinsi jalur Atambua–Betun yang saat ini nyaris putus total akibat terjangan longsor dan belum mendapatkan penanganan dari pemerintah.
Menurutnya, pembiaran kerusakan jalan vital tersebut sangat membahayakan para pengguna jalan dan melumpuhkan mobilitas hasil pertanian warga menuju pusat kota.
Menyambung aspirasi warga, Kepala Desa Teun, Agustinus Min, turut memberikan penegasan mengenai kondisi memprihatinkan yang membelit sektor mata pencaharian utama masyarakatnya.
Ia menegaskan bahwa ketersediaan sarana penunjang serta kepastian pasokan input pertanian menjadi kebutuhan hidup-mati bagi warga desa.
Agustinus Min membeberkan bahwa mayoritas masyarakat Desa Teun mengandalkan hidup dari bertani, namun sangat minim didukung peralatan modern seperti traktor, mesin perontok padi, hingga mesin pompa air.
Selain kendala alat mesin pertanian (alsintan), ia juga menyoroti masalah pupuk bersubsidi yang sulit didapat, padahal mayoritas warga terdaftar sebagai petani aktif.
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Gede Manek Sugiartana mencatat dengan cermat setiap poin kritikal yang disampaikan warga maupun pemerintah desa.
Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan komitmennya untuk mengawal keluhan jalan provinsi tersebut ke tingkat pemerintahan yang lebih tinggi serta memperjuangkan alokasi bantuan pertanian di DPRD Kabupaten Belu.
Gede Manek menekankan bahwa perbaikan akses jalan utama dan jaminan kesejahteraan petani di pedesaan harus menjadi prioritas pembangunan yang tidak boleh ditunda.
Kegiatan reses di akhir pekan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mengawal setiap usulan warga agar segera terealisasi.
