Tutup Sarasehan Kebangsaan di JCC, Presiden Prabowo Tegaskan Kampus Harus Jadi Ruang Bebas Adu Gagasan dan Inovasi

BERITA, NASIONAL16 Dilihat

Tutup Sarasehan Kebangsaan di JCC, Presiden Prabowo Tegaskan Kampus Harus Jadi Ruang Bebas Adu Gagasan dan InovasiJAKARTA, GRANDISMA.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga kebebasan akademik di lingkungan perguruan tinggi sebagai motor penggerak kemajuan bangsa.

Saat menghadiri penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (28/06/2026), Kepala Negara menyebut universitas sebagai laboratorium intelektual yang sakral.

Kampus harus dimaknai secara luas sebagai ruang merdeka untuk menguji berbagai pemikiran mutakhir, teori ilmiah, hingga terobosan inovasi baru.

​Dalam pidato kebangsaannya, Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa dialektika pemikiran merupakan hal yang mutlak ada di lembaga pendidikan tinggi.

Dirinya menilai pertentangan argumen, adu filosofi, dan adu pandangan di lingkungan kampus merupakan indikator dari ekosistem akademik yang sehat dan dinamis.

Kendati demikian, pertukaran gagasan tersebut tidak boleh berhenti di ruang kelas, melainkan harus dikonversikan menjadi produk riset terapan yang solutif bagi tantangan riil di masyarakat.

​”Universitas adalah tempat di mana gagasan-gagasan diadu. Adu gagasan, adu pandangan, adu filosofi, adu inovasi. Apalagi kampus menjadi tempat pemikiran, atau tempat, katakanlah pertentangan. Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai kampus-kampus itu, yang membiayai semua lembaga pendidikan,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya di hadapan ratusan akademisi dari seluruh Indonesia.

​Lebih lanjut, Kepala Negara menekankan bahwa tanggung jawab moral perguruan tinggi sangat besar mengingat sumber pendanaan operasional lembaga pendidikan pada dasarnya berasal dari keringat rakyat.

Oleh karena itu, riset yang dikembangkan oleh para dosen dan mahasiswa wajib berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar publik dan kemandirian industri nasional.

Penguasaan sains dan teknologi mutakhir dinilai menjadi kunci utama agar Indonesia mampu bersaing secara adil di tengah derasnya arus globalisasi.

​Pemerintah berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan melindungi kemerdekaan mimbar akademik agar tidak terkooptasi oleh kepentingan politik praktis yang dapat menghambat objektivitas ilmiah.

Melalui KSTI 2026, Presiden berharap ada sinergi yang lebih erat antara sektor hulu (perguruan tinggi) dan sektor hilir (industri) dalam mengimplementasikan hasil penelitian.

Kebebasan berpikir yang bertanggung jawab diharapkan melahirkan generasi inovator tangguh yang siap membawa Indonesia menuju kemandirian teknologi nasional.

​Acara penutupan sarasehan yang berlangsung khidmat tersebut menandai komitmen baru antara pemerintah pusat dan pimpinan perguruan tinggi dalam menyongsong transformasi pendidikan berbasis riset.

Gagasan yang tertuang dalam forum KSTI 2026 ini akan dijadikan sebagai salah satu rujukan penting dalam menyusun peta jalan pembangunan sumber daya manusia di bidang iptek.

Presiden optimistis, dengan menempatkan sains di garda terdepan, akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkeadilan dapat segera diwujudkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *