​
ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Ada pemandangan menarik yang membedakan upacara pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Kabupaten Belu tahun ini dengan edisi-edisi sebelumnya.
Di sela-sela kemeriahan olahraga pelajar, Pemerintah Kabupaten Belu memanfaatkan momentum berkumpulnya massa untuk mengumumkan sekaligus menyerahkan penghargaan bagi para pemenang Lomba Kostum Unik dan Kostum Favorit dalam ajang bergengsi Exotic Tenun Belu 2026.
​Penyerahan piagam penghargaan dan hadiah uang pembinaan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST., di tengah lapangan GOR L.A. Bone.
Untuk kategori utama Kostum Unik, Juara I berhasil disabet oleh pasangan pelajar berbakat dari SMKN 1 Atambua, Adam C.V. Sugiarto dan Elisabeth D. Komar.
Disusul oleh Theresia Nayra Dopo Payong Beda di peringkat kedua, serta Elysabeth Samane yang sukses mengamankan posisi Juara III.
​”Penggabungan apresiasi seni budaya dengan pembukaan ajang olahraga ini merupakan langkah cerdas untuk menunjukkan bahwa generasi muda Belu tidak hanya tangguh di bidang fisik, tetapi juga kaya akan kreativitas seni. Kami bangga melihat kreasi tenun ikat khas daerah mampu dikemas secara modern dan unik oleh anak-anak sekolah kita,” puji Wabup Vicente Hornai, Senin (06/07/2026).
​Selain kategori pilihan dewan juri, panitia juga mengumumkan pemenang Kategori Kostum Favorit yang penentuannya murni berbasis digital melalui akumulasi jumlah tombol suka (like) terbanyak dari para netizen di media sosial.
Untuk Kategori SD, penghargaan diraih oleh Maria Yohana Cantika Anunu dari SDK St. Yoseph Atambua. Sementara untuk Kategori SMP, trofi dibawa pulang oleh Verenice Sembiring Pelawie, siswi dari SMPN 1 Atambua.
​Persaingan di platform digital untuk Kategori SMA dimenangkan oleh Maria Chelsea Ati, pelajar kreatif dari SMK Cartintes.
Tidak ketinggalan, panitia juga mengakomodasi antusiasme masyarakat luas dengan merilis pemenang untuk Kategori Umum yang berhasil diraih oleh Aisyah Humairah Syahputra.
Kehadiran para juara kostum dengan balutan tenun modifikasi ini memberikan warna kultural yang kental di tengah dominasi pakaian olahraga seragam kontingen.
​Pemberian penghargaan Exotic Tenun ini diharapkan dapat memicu semangat nasionalisme dan kecintaan para pelajar di tapal batas terhadap warisan leluhur.
Pemkab Belu berkomitmen untuk terus mengintegrasikan kampanye pelestarian budaya lokal dalam setiap agenda besar pemerintahan, termasuk di sektor kepemudaan dan olahraga.
Kombinasi prestasi olahraga dan kreativitas seni tenun ini menjadi bukti nyata melimpahnya potensi sumber daya manusia muda di Kabupaten Belu.
