Saint Angela Culture Day Targetkan Tanamkan Nilai Karakter Melalui Kesenian

Saint Angela Culture Day Atambua, Grandisma.com – Kampus Ursulin Santa Angela Atambua akan menyelenggarakan program tahunan Saint Angela Culture Day (SACD) dengan target utama untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik melalui berbagai bentuk kesenian budaya.

Rencana pelaksanaan kegiatan tersebut dibahas dalam audiens dengan Bupati Belu Willybrodus Lay, SH, di Ruang Kerja Bupati Belu, Senin (19/01/2026).

Ketua Penyelenggara SACD, Sr. Maria Florentina Memu, OSU., S.Pd., menjelaskan bahwa selain mempromosikan kekayaan budaya lokal, kegiatan ini juga difokuskan untuk mengembangkan kreativitas dan membentuk karakter murid dari jenjang pendidikan TK hingga SMA.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sekaligus membentuk nilai-nilai karakter murid,” jelas Sr. Maria Florentina.

Ia menambahkan, Pentas Seni Daerah Belu yang merupakan bagian utama dari SACD akan memberikan ruang bagi murid untuk mengekspresikan potensi diri, mengembangkan kreativitas, serta belajar bekerja sama dalam semangat pelayanan.

Bupati Belu Willybrodus Lay yang menerima audiens menyampaikan apresiasi mendalam terhadap tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan ini. Menurutnya, pembentukan karakter melalui kesenian merupakan langkah yang sangat penting dalam pembangunan generasi muda yang berkualitas.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang baik ini dan akan berupaya hadir langsung dalam pelaksanaannya,” ujar Bupati Willy Lay

Ia menjelaskan, nilai-nilai seperti kerja sama, rasa hormat terhadap budaya, kreativitas, dan tanggung jawab dapat ditanamkan dengan baik melalui aktivitas kesenian yang berbasis budaya lokal.

Kegiatan yang akan digelar pada hari Sabtu mendatang akan menampilkan berbagai pertunjukan budaya yang melibatkan seluruh unit pendidikan di Kampus Santa Angela.

Setiap jenjang pendidikan akan menampilkan karya seni yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik.

Pihak sekolah menyampaikan bahwa setiap pertunjukan yang akan ditampilkan telah melalui proses pembelajaran dan latihan yang terstruktur.

Hal ini bertujuan agar peserta didik tidak hanya mampu menampilkan kesenian, namun juga memahami makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Selain fokus pada pembentukan karakter, Bupati juga mengimbau agar pelaksanaan kegiatan dapat memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Ia menekankan pentingnya mengurangi penggunaan sampah plastik dalam setiap aktivitas sekolah.

“Permasalahan yang kita hadapi saat ini adalah penggunaan sampah plastik yang berlebihan. Gerakan pengurangan sampah plastik sebaiknya dimulai dari anak-anak sekolah,” tegas Bupati.

Ia berharap, melalui kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan yang ditanamkan sejak dini, peserta didik akan tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap kelestarian alam dan sumber daya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan rencana pemerintah daerah terkait pengembangan pendidikan.

Pemerintah Kabupaten Belu tengah mengembangkan program kerja sama pendidikan dengan berbagai kampus di seluruh Indonesia.

“Kita berharap Kampus Santa Angela dapat menyiapkan peserta didik agar mampu mengambil bagian dalam program kerja sama pendidikan tersebut di masa mendatang,” tandas Bupati Willybrodus Lay.

Pihak kampus menyampaikan komitmen untuk terus mengembangkan program pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, namun juga pada pembentukan karakter dan kecintaan terhadap budaya daerah.

Dengan target untuk menanamkan nilai-nilai karakter melalui kesenian, Saint Angela Culture Day diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya dalam mengintegrasikan pelestarian budaya dan pembangunan karakter generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *