ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Belu memastikan kesiapan teknis pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD dan SMP tahun 2026 berjalan tanpa kendala.
Berdasarkan kalender akademi olahraga daerah, kompetisi antarpelajar ini dijadwalkan berlangsung intensif selama dua hari, mulai tanggal 6 hingga 7 Juli 2026.
Seluruh arena pertandingan di seputar Kota Atambua telah disterilisasi guna mendukung performa maksimal para atlet.
​Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas PKO Belu, Yanuarius Bone, S.IP., dalam laporan resminya memaparkan bahwa kuota kepesertaan tahun ini mengalami peningkatan signifikan.
Untuk kategori Sekolah Dasar (SD/MI), tercatat sebanyak 134 atlet siap turun gelanggang.
Sementara untuk kategori Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs), persaingan dipastikan berjalan lebih ketat dengan keterlibatan sebanyak 168 atlet yang mewakili sekolah mereka masing-masing.
​”Tema yang kita angkat untuk perhelatan O2SN tahun ini adalah ‘Talenta Sehat, Bugar, Berkarakter dan Hebat melalui Olahraga’. Guna mengakomodasi bakat para siswa, terdapat 4 cabang olahraga utama yang resmi dipertandingkan kali ini, yakni cabang Atletik, Bulutangkis, Renang, dan cabang olahraga bela diri Pencak Silat,” urai Yanuarius Bone saat memberikan laporan panitia di GOR L.A. Bone, Senin (07/2026).
​Pemilihan empat cabang olahraga tersebut didasarkan pada potensi keunggulan fisik dan sosiologis anak-anak di daratan Pulau Timor yang dinilai memiliki ketahanan fisik tinggi.
Dinas PKO juga telah menggandeng sejumlah wasit dan juri profesional dari masing-masing pengurus cabang olahraga (Pengcab) untuk menjamin objektivitas penilaian.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa pemenang yang didelegasikan ke tingkat provinsi merupakan murni talenta terbaik dan bebas dari intervensi.
​Pihak panitia pelaksana juga telah menyiagakan tim medis berlapis di setiap titik lokasi pertandingan guna mengantisipasi risiko cedera atlet.
Mengingat usia peserta yang masih berada di rentang masa pertumbuhan, aspek keselamatan dan proteksi fisik anak menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.
Panitia berharap skema pengamanan pertandingan yang humanis ini dapat memicu lahirnya rekor-rekor prestasi baru di tingkat kabupaten.
​Kompetisi hari pertama dilaporkan langsung bergulir usai upacara pembukaan, dengan memprioritaskan nomor-nomor penyisihan di cabang atletik dan bulutangkis.
Antusiasme penonton yang didominasi oleh rekan sejawat dan guru pendamping menciptakan atmosfer pertandingan yang sangat hidup.
Agenda O2SN ini diharapkan menjadi barometer berkala untuk mengevaluasi efektivitas kurikulum pendidikan jasmani dan kesehatan di lingkup sekolah se-Kabupaten Belu.

