Pra-Launching OSOP di Maumere, Gubernur Melki Minta Lulusan SMA/SMK Paham Potensi Daerah Sendiri

BERITA60 Dilihat

MAUMERE, GRANDISMA.COM – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi melakukan pra-launching program One School, One Product (OSOP) di Kabupaten Sikka, Jumat (17/4/2026). Dalam arahannya, ia menekankan bahwa setiap lulusan SMA maupun SMK harus memiliki pemahaman mendalam mengenai potensi kekayaan daerahnya.

​Melki menyatakan keprihatinannya melihat banyak lulusan sekolah menengah yang merasa asing dengan kekayaan alam dan budaya di tanah kelahiran mereka. Kondisi ini menyebabkan mereka cenderung meninggalkan daerah untuk mencari pekerjaan kasar di luar negeri ketimbang mengelola potensi lokal.

​Gubernur menekankan bahwa pendidikan harus mampu membuka mata siswa terhadap peluang ekonomi yang ada di sekitar mereka. Potensi di sektor pertanian, kelautan, dan pariwisata di NTT sangat besar, namun selama ini lebih banyak dikelola oleh pihak luar.

​Program OSOP, menurut Melki, didesain agar sekolah menjadi laboratorium pengenalan potensi daerah. Melalui praktik pembuatan produk, siswa secara tidak langsung belajar tentang rantai pasok, kualitas bahan baku, dan cara mengomunikasikan keunggulan daerah melalui merek dagang.

​Ia meminta kepala sekolah untuk lebih kreatif dalam merancang muatan lokal yang relevan dengan keunggulan geografis wilayahnya. Misalnya, sekolah di daerah pesisir harus unggul dalam inovasi produk kelautan, sementara di pegunungan fokus pada hasil perkebunan.

​Gubernur menegaskan bahwa pemahaman akan potensi daerah adalah kunci untuk membangun kebanggaan identitas sebagai orang NTT. Dengan kebanggaan tersebut, anak muda akan lebih termotivasi untuk melakukan inovasi dan membangun daerahnya sendiri.

​Melki juga menyoroti peran guru dalam memberikan bimbingan kewirausahaan. Guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan akademik, tetapi juga berperan sebagai mentor yang membakar semangat kemandirian ekonomi bagi murid-muridnya.

​Dalam dialog dengan para siswa, Gubernur memberikan contoh-contoh sukses pengusaha lokal yang berhasil menembus pasar nasional dengan mengandalkan bahan baku NTT. Ia ingin kisah-kisah sukses ini menjadi inspirasi bagi para siswa SMK di Maumere dan sekitarnya.

​Implementasi OSOP ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran terdidik di NTT. Jika siswa sudah memiliki keterampilan produksi dan pemahaman pasar, mereka tidak lagi bingung menentukan arah setelah lulus dari jenjang pendidikan menengah.

​Gubernur juga berjanji akan memberikan beasiswa dan modal usaha bagi lulusan SMA/SMK yang memiliki rencana bisnis (business plan) yang matang berbasis produk lokal. Ini adalah bentuk nyata dukungan pemerintah dalam mencetak wirausahawan muda baru.

​Pemerintah daerah di seluruh NTT diminta untuk memprioritaskan penggunaan produk hasil karya sekolah dalam setiap kegiatan resmi. Langkah proteksi dan promosi dari pemerintah dianggap vital bagi tahap awal perkembangan unit usaha di sekolah-sekolah.

​Acara pra-launching ini ditandai dengan peninjauan pameran produk siswa yang menampilkan berbagai inovasi mulai dari olahan pangan hingga kerajinan tangan. Melki tampak bangga melihat antusiasme anak-anak muda Sikka dalam memamerkan hasil karya mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *