Potret Toleransi UMK: Kampus  Islam Swasta dengan Jumlah 80 Persen Mahasiswa Kristiani Terima Sapi Kurban Presiden

Potret Toleransi UMK: Kampus  Islam Swasta dengan Jumlah 80 Persen Mahasiswa Kristiani Terima Sapi Kurban PresidenKUPANG, GRANDISMA.COM – Momentum penyerahan bantuan sapi kurban Presiden di Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) memotret keunikan kehidupan toleransi beragama di Nusa Tenggara Timur.

Kampus Islam swasta tersebut dikenal luas sebagai lembaga pendidikan multikultural yang memiliki komposisi mahasiswa mayoritas berlatar belakang non-Muslim.

​Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap iklim akademis dan sosial yang tercipta di dalam lingkungan UMK.

Gubernur mengungkapkan fakta sosial bahwa sekitar 80 persen dari total mahasiswa yang aktif menuntut ilmu di kampus Muhammadiyah tersebut beragama Kristiani.

​Kondisi tersebut dinilai menjadi simbol konkret dari tingginya nilai persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama yang hidup subur di wilayah NTT.

Penyerahan sapi kurban dari kepala negara di lokasi tersebut menggarisbawahi pesan bahwa hari besar keagamaan merupakan milik bersama dalam bingkai kebangsaan.

​Rektorat UMK menyatakan bahwa perbedaan keyakinan di dalam kampus tidak pernah menjadi penghalang dalam menjalankan aktivitas akademis maupun sosial kemasyarakatan.

Sebaliknya, keberagaman tersebut justru memperkaya perspektif para mahasiswa dalam menumbuhkan sikap saling menghormati sejak dini.

​Nilai-nilai gotong royong tampak jelas ketika civitas akademika dari berbagai latar belakang agama turut serta menyukseskan agenda penyerahan bantuan kepresidenan ini.

Mahasiswa dan dosen saling bekerja sama memberikan dukungan logistik tanpa memandang sekat-sekat perbedaan keyakinan religius.

​Pemerintah daerah berharap model toleransi aktif yang dipraktikkan oleh Universitas Muhammadiyah Kupang dapat menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain di Indonesia.

Kampus dinilai sukses bertransformasi menjadi laboratorium sosial yang membuktikan bahwa keberagaman merupakan sebuah kekuatan pembangunan.

​Bantuan kurban ini juga dimaknai sebagai pesan spiritual untuk memperkuat kerelaan berkorban demi kepentingan kemajuan daerah dan kesejahteraan bersama.

Semangat solidaritas kemanusiaan ini dinilai menjadi fondasi utama yang menjaga stabilitas sosial di wilayah NTT yang majemuk.

​Dengan adanya kegiatan ini, hubungan kemitraan antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar diharapkan semakin solid.

Universitas Muhammadiyah Kupang menegaskan komitmennya untuk terus merawat tradisi inklusif ini demi masa depan generasi muda yang toleran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *