Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Wagub NTT Sentil Masalah Disiplin ASN

BERITA, DAERAH27 Dilihat

Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Wagub NTT Sentil Masalah Disiplin ASNKUPANG, GRANDISMA.COM – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma bertindak langsung sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Kesadaran Nasional yang digelar di halaman depan Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Rabu (17/6) pagi.

Di hadapan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Pemprov NTT, orang nomor dua di NTT itu melempar kritik tajam sekaligus evaluasi mendalam terkait performa kedisiplinan pegawai yang dinilai masih perlu banyak pembenahan.

​Upacara rutin bulanan ini bukan sekadar agenda seremonial tanpa makna di mata Wagub Johni Asadoma.

Ia memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan kembali posisi ASN sebagai motor penggerak utama roda pelayanan publik di provinsi berbasis kepulauan tersebut.

Mantan Kapolda NTT ini menyoroti bahwa kedisiplinan merupakan fondasi mutlak yang tidak bisa ditawar jika aparatur daerah ingin membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

​Dalam amanatnya yang menggelegar, Johni Asadoma menyampaikan bahwa potret kedisiplinan seorang abdi negara bisa dilihat dari hal-hal paling sederhana saat berada di lapangan.

Ia mencontohkan kerapian barisan upacara sebagai indikator awal dari kesiapan mental seorang ASN dalam mematuhi regulasi baku.

Menurutnya, mustahil mengharapkan adanya lompatan kemajuan besar di sektor pelayanan publik jika instruksi teknis yang sederhana saja kerap diabaikan.

​”Contoh sederhana disiplin adalah barisan yang rapi. Kalau hal sekecil tersebut saja ASN tidak bisa lakukan dengan kesadaran penuh, maka jangan pernah berharap daerah kita ini bisa maju,” tegas Wagub Johni Asadoma.

Sentilan ini seketika membuat suasana upacara di halaman Gedung Sasando menjadi hening dan penuh khidmat.

​Ia menambahkan bahwa budaya disiplin di negara-negara maju tidak tumbuh secara instan saat seseorang beranjak dewasa, melainkan diinjeksikan sejak usia dini dalam sistem pendidikan karakter.

Pola pikir inilah yang harus diadopsi oleh para ASN, di mana rasa bersalah atau kecemasan tertinggi muncul ketika melanggar ketertiban umum dan tidak menghormati hak orang lain, bukan sekadar takut pada sanksi administratif atau teguran atasan.

​Upacara Hari Kesadaran Nasional kali ini turut dihadiri oleh Plh. Sekda NTT Flouri Rita Wuisan, para Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda, serta seluruh pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemprov NTT.

Kehadiran jajaran elite birokrasi ini diharapkan mampu meneruskan pesan penegakan disiplin tersebut ke unit kerja paling bawah di instansi masing-masing guna mengoptimalkan kinerja pelayanan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *