BELU, GRANDISMA.COM – Penyerahan bantuan prasarana pertanian di Desa Lewalutolus menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Belu untuk menyelaraskan potensi daerah dengan kebijakan nasional.
Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, mengajak para petani setempat untuk mulai menangkap peluang ekonomi besar yang dihadirkan oleh program pemerintah pusat, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Integrasi antara hasil produksi lokal dan program nasional ini dinilai menjadi pasar potensial yang menjanjikan bagi peningkatan kesejahteraan petani di tapal batas.
Guna merespons pasar yang pasti tersebut, Bupati Belu mendorong para petani di Desa Lewalutolus untuk tidak hanya terpaku pada sektor budidaya padi sawah semata.
Langkah diversifikasi atau penganekaragaman tanaman pangan kini menjadi prioritas yang harus dikembangkan.
Petani diarahkan untuk mulai menanam berbagai komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, seperti buah-buahan lokal meliputi pepaya dan pisang, serta beraneka jenis sayur-mayur yang dibutuhkan secara rutin oleh dapur produksi program MBG.
”Sekarang ada program MBG. Kita bisa ambil bagian di sana. Tanam sayur dan buah, lalu jual ke dapur MBG. Ini adalah pasar yang pasti. Hukum pasar berlaku, dan ini kesempatan emas bagi petani untuk meningkatkan penghasilan,” jelas Willybrodus Lay.
Dengan kepastian serapan pasar ini, pemerintah daerah optimistis pendapatan riil para petani di Kecamatan Tasifeto Barat akan meningkat secara signifikan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan gizi di tingkat regional secara mandiri.
Pada akhir acara penyerahan, dilakukan prosesi penyerahan kunci traktor secara simbolis dan sertifikat resmi kepada dua perwakilan kelompok tani di Desa Lewalutolus, yakni Kelompok Tani Sinar Lalosuk dan Kelompok Tani Langkah Bersama.
Selain itu, sertifikat kompetensi juga diserahkan kepada empat orang operator yang telah dipercaya untuk mengoperasikan serta menjaga performa mesin pertanian tersebut di lapangan agar target optimalisasi lahan dapat segera terealisasi.
