KUPANG, GRANDISMA.COM – Perhelatan ajang olahraga otomotif bertaraf internasional antara Nusa Tenggara Timur dan Timor-Leste tidak sekadar menjadi panggung adu kecepatan bagi para pegiat off-road.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat jalinan ikatan emosional, sejarah, budaya, dan persaudaraan yang telah terjalin lama di tanah perbatasan.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi hangat saat Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima kunjungan panitia International Off-Road Competition di ruang kerjanya.
Selain membahas teknis perlombaan dan malam gala dinner, pertemuan tersebut turut membuka ruang pembicaraan terkait berbagai peluang kerja sama lanjutan di berbagai sektor penting.
Gubernur Melki bersama rombongan panitia menggagas pentingnya penyelenggaraan festival budaya bersama serta penjajakan kerja sama strategis di bidang pelayanan kesehatan.
Bagi masyarakat di kedua wilayah, kedekatan kultural memberikan fondasi kuat untuk terus merawat hubungan baik melalui pendekatan diplomasi kultural dan olahraga.
Penyelenggaraan kompetisi off-road yang memasuki edisi kedua ini diharapkan mampu melahirkan kesinambungan program positif yang berdampak langsung bagi kemajuan bersama.
Pertemuan bilateral yang penuh keakraban tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat komunikasi demi kemakmuran masyarakat di kedua belah pihak perbatasan.
