BELU, GRANDISMA.COM – Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Belu dalam mempercepat pembangunan kawasan perbatasan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.
Pernyataan tersebut disampaikan Dosen Pembimbing Lapangan KKN Kolaborasi Undana–Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Ir. Alfred Dima, M.Si., saat perpisahan dan penarikan mahasiswa KKN di Kabupaten Belu, Rabu (5/8/2026).
Alfred menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Belu serta masyarakat Desa Sadi, Dualaus, dan Tulakadi yang telah menerima dan mendukung keberlangsungan program KKN mahasiswa selama lebih dari 50 hari.
Menurutnya, KKN merupakan sarana pembelajaran lapangan sekaligus bentuk kontribusi konkrit perguruan tinggi dalam membantu memecahkan tantangan pembangunan daerah.
Mahasiswa hadir untuk berbaur dan merumuskan solusi atas persoalan di tingkat desa.
Guna memperkuat dampak pengabdian, Undana saat ini sedang menjalankan program hibah pengabdian kepada masyarakat di sejumlah kabupaten se-NTT dengan total alokasi dana sebesar Rp1 miliar untuk jangka waktu lima tahun.
Pihak kampus berharap Kabupaten Belu dapat masuk dalam skema penerima program hibah tersebut pada tahun mendatang, termasuk melalui penerjunan KKN tematik yang disesuaikan dengan kebutuhan strategis daerah.
Alfred menegaskan bahwa penarikan mahasiswa bukan menjadi akhir dari kerja sama. Kolaborasi yang telah terbangun di tiga desa sasaran diharapkan terus berlanjut demi kemajuan kawasan perbatasan.
Pemerintah Kabupaten Belu menyambut positif kemitraan strategis ini sebagai langkah konkret mempercepat kesejahteraan warga di wilayah terluar.






