KALTARA, GRANDISMA.COM – Sebanyak 161 warga Kalimantan Utara resmi diberangkatkan dalam program Mudik Gratis Angkutan Lebaran tahun ini.
Para peserta mudik tersebut dilepas secara simbolis dari pusat pemerintahan di Tanjung Selor untuk menuju beberapa titik tujuan di kabupaten/kota sekitar.
Program ini merupakan bentuk fasilitasi nyata dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam menyambut arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Keberangkatan dilakukan pada Rabu (18/3/2026) pagi dengan pengawalan ketat dari pihak keamanan dan dinas perhubungan.
Para pemudik terlihat antusias memenuhi area pelepasan sejak pagi hari.
Mereka membawa berbagai perlengkapan dan barang bawaan, siap untuk menempuh perjalanan menggunakan armada bus Damri yang telah disiapkan secara khusus oleh pemerintah.
Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang, secara langsung memimpin prosesi pelepasan.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa jumlah peserta sebanyak 161 orang ini telah melalui proses seleksi dan verifikasi agar program tepat sasaran.
Armada yang digunakan merupakan bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP) yang sudah melalui uji kelayakan.
Rute perjalanan mencakup destinasi penting seperti Malinau, Tideng Pale di Kabupaten Tana Tidung (KTT), hingga wilayah Salang.
Keamanan penumpang menjadi prioritas utama dalam fasilitasi ini.
Sebelum diberangkatkan, seluruh unit bus telah melewati inspeksi teknis (ramp check) guna memastikan sistem pengereman, lampu, dan kondisi mesin dalam keadaan optimal.
Tidak hanya kendaraan, kondisi fisik para pengemudi juga menjadi perhatian.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan sopir dalam kondisi fit dan bebas dari pengaruh zat berbahaya, mengingat medan jalan di Kaltara yang cukup menantang.
Fasilitasi ini tidak hanya berlaku untuk arus berangkat, tetapi juga untuk arus balik.
Pemprov telah menjadwalkan kepulangan para pemudik pada tanggal 23 Maret 2026 agar mereka dapat kembali beraktivitas tepat waktu setelah libur lebaran.
Masyarakat menyambut positif inisiatif ini, mengingat efisiensi waktu dan biaya yang didapatkan.
Dukungan dari pihak kepolisian dan petugas kesehatan di sepanjang jalur mudik juga dikerahkan untuk memantau pergerakan armada bus tersebut.
Dengan suksesnya pemberangkatan 161 warga ini, Pemprov Kaltara berharap tren positif ini dapat terus dijaga.
Kelancaran arus mudik tahun ini akan menjadi tolok ukur bagi perencanaan program serupa di tahun-tahun mendatang dengan kapasitas yang lebih besar.
