ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Fokus utama kunjungan kerja pejabat Kedutaan Besar Jepang ke RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD, Rabu (6/5/2026) adalah evaluasi teknis terhadap alat Sinar-X.
Peralatan radiologi canggih ini merupakan hibah tahun 2023 yang ditujukan untuk memperkuat kapasitas diagnostik rumah sakit di perbatasan.
Tetsuhashi Masashi, perwakilan delegasi Jepang, menyatakan bahwa transparansi dan akuntabilitas pemanfaatan alat medis adalah prioritas bagi pemerintahannya.
Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana alat tersebut membantu dalam deteksi dini penyakit di kalangan warga Kabupaten Belu.
Data dari manajemen rumah sakit menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah pasien yang mendapatkan layanan radiologi sejak alat tersebut dioperasikan.
Hal ini menjadi bukti konkret bahwa bantuan Sinar-X tersebut tepat sasaran dan sangat dibutuhkan oleh fasilitas kesehatan di perbatasan.
Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Elly Ch. Rambitan, SH, yang mendampingi kunjungan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas peralatan tersebut.
Menurutnya, presisi alat Sinar-X dari Jepang telah meminimalisir kesalahan diagnosis yang sebelumnya sering terjadi akibat alat yang usang.
Dalam sesi pemantauan, tim teknis RSUD Atambua mendemonstrasikan pengoperasian alat kepada para pejabat kedutaan.
Delegasi Jepang tampak terkesan dengan perawatan rutin yang dilakukan oleh teknisi medis setempat, yang memastikan alat tetap dalam kondisi prima setiap hari.
Pemanfaatan alat ini tidak hanya terbatas pada pasien umum, tetapi juga sangat membantu dalam menangani kasus-kasus darurat kecelakaan di jalur trans-perbatasan.
Keberadaan teknologi ini memangkas waktu tunggu pasien yang sebelumnya harus dirujuk ke kota yang lebih besar.
Tetsuhashi Masashi mengungkapkan bahwa informasi lapangan ini akan menjadi laporan penting bagi pemerintah Jepang dalam merancang program bantuan di masa depan.
Ia menegaskan bahwa efektivitas penggunaan alat di Atambua adalah salah satu yang terbaik di kawasan tersebut.
Langkah evaluasi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga umur pakai alat melalui pemeliharaan preventif yang ketat.
Pemerintah Jepang berjanji akan terus membuka jalur komunikasi teknis apabila rumah sakit memerlukan suku cadang atau peningkatan sistem pada masa mendatang.




