Motaain Border Expo 2025 Dibuka: Fokus pada Transformasi Ekonomi Perbatasan Tertib dan Inklusif

BERITA, DAERAH, EKONOMI270 Dilihat

Belu, Grandisma.com – Motaain Border Expo 2025 telah dibuka di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi NTT, pada Selasa (16/12/2025).

Ajang ini fokus pada upaya mendorong transformasi ekonomi kawasan perbatasan yang bertumpu pada prinsip tertib layanan dan inklusivitas.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Dr. Gutmen Nainggolan, SH., M.Hum, yang membuka acara, menegaskan bahwa Motaain Border Expo 2025 memiliki makna strategis bukan hanya sebagai ajang promosi, melainkan juga ruang refleksi dan penguatan komitmen bersama dalam membangun kawasan perbatasan negara.

“Kegiatan ini tidak hanya untuk mempromosikan produk lokal, tetapi juga untuk merenungkan bagaimana kita bisa bersama-sama membangun kawasan perbatasan yang lebih baik,” ujar Gutmen dalam sambutannya.

Ia juga menekankan bahwa perbatasan negara merupakan beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merepresentasikan citra, wibawa, dan kualitas pelayanan negara.

“Perbatasan negara adalah wajah pelayanan negara. Karena itu, pembangunan kawasan perbatasan diarahkan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan mutu pelayanan publik, serta menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap potensi dan produk lokal,” tegasnya.

Tema ajang ini, “Transformasi Ekonomi Perbatasan: Tertib Layanan, Kuat Finansial, dan Maju Bersama”, menurut Gutmen, mencerminkan kebutuhan akan perubahan yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk kawasan perbatasan NTT.

Ia merinci tiga pilar utama dalam transformasi ekonomi yang akan diwujudkan melalui acara ini. Pertama adalah tertib layanan, terutama dalam pengelolaan layanan lintas batas dan pembinaan pelaku usaha jasa informal strategis seperti porter, ojek, dan rental.

“Penataan layanan lintas batas harus dilakukan secara tertib, profesional, dan berkeadilan untuk menciptakan kepastian dan meningkatkan kepercayaan masyarakat baik dari dalam maupun luar negeri,” jelas Gutmen.

Kedua pilar adalah kuat finansial, yang dicapai melalui penguatan sistem keuangan yang inklusif dan aman. Ia menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi perbatasan harus ditopang oleh akses layanan keuangan formal dan fasilitas penukaran valuta asing yang mudah diakses oleh masyarakat lokal.

“Penguatan ekonomi perbatasan tidak bisa terlepas dari sistem keuangan yang sehat. Kita perlu memastikan masyarakat memiliki akses ke rekening bank, pinjaman usaha, dan fasilitas penukaran mata uang untuk mendukung aktivitas ekonomi yang produktif,” katanya.

Ketiga pilar adalah maju bersama, yang bertujuan memastikan pembangunan memberikan manfaat yang adil dan merata kepada seluruh masyarakat lokal. Gutmen menekankan bahwa masyarakat harus menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.

“Pertumbuhan ekonomi harus melibatkan dan memberdayakan masyarakat lokal agar kawasan perbatasan tumbuh secara inklusif dan berkeadilan, tanpa meninggalkan siapa pun,” ungkapnya.

Gutmen juga mengapresiasi kepada Administrator PLBN Motaain beserta jajaran dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan ini.

Ia menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, instansi vertikal, pelaku usaha, dan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan pembangunan kawasan perbatasan.

“Tanpa kolaborasi antar pihak, kita tidak akan bisa mencapai tujuan transformasi ekonomi yang kita inginkan. Semua harus bergandengan tangan untuk kemajuan bersama,” ujarnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa BNPP RI terus berkomitmen mendorong pengelolaan kawasan perbatasan secara terpadu dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

PLBN Motaain sendiri tidak hanya berfungsi sebagai pintu gerbang negara, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi dan simpul pertumbuhan wilayah sekitarnya.

Melalui Motaain Border Expo 2025, Gutmen berharap terbangun semangat baru untuk memperkuat kolaborasi, memperluas jejaring usaha, serta meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap potensi kawasan perbatasan NTT.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai penguat komitmen bersama dalam mewujudkan transformasi ekonomi perbatasan yang tertib, kuat, dan maju bersama demi kesejahteraan masyarakat dan keutuhan NKRI,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *