Keluhkan Kerusakan Jalan Parah di Desa Naku, Warga TTU Desak Pemerintah Daerah Hentikan Pencitraan

BERITA, DAERAH77 Dilihat

Keluhkan Kerusakan Jalan Parah di Desa Naku, Warga TTU Desak Pemerintah Daerah Hentikan PencitraanTTU, GRANDISMA.COM – Masyarakat Desa Naku di Kecamatan Biboki Feotleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), melayangkan desakan keras kepada bupati dan jajaran pemerintah daerah untuk menghentikan segala bentuk pencitraan politik.

Warga menuntut aksi nyata berupa perbaikan jalan yang saat ini dalam kondisi rusak parah.

​Kecaman tersebut mencuat setelah warga merasa jenuh dengan pola komunikasi politik para pejabat yang kerap memamerkan capaian kinerja di media massa, namun kontras dengan realitas di lapangan.

Di Desa Naku, akses jalan utama dilaporkan telah terputus total dan tidak lagi dapat diakses oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

​”Kami minta pemerintah daerah jangan terus melakukan pencitraan agar dinilai baik di media, sementara kerja nyata untuk rakyat di sini tidak terlihat. Cara-cara seperti itu sama saja dengan membohongi rakyat demi kepentingan politik semata,” tegas Yohanes (58), Salah satu tokoh masyarakat Desa Naku, Senin, 25 Mei 2026.

​Kondisi jalan yang menyerupai kubangan dan jalur tak beraspal ini memicu dampak fatal bagi stabilitas sosial.

Salah satu insiden yang kerap berulang adalah tertahannya mobil ambulans yang membawa pasien kritis.

Ambulans terpaksa bermalam di tengah jalan karena jalur yang dilewati tidak mungkin dipaksakan.

​Akibat pembiaran krisis infrastruktur transportasi ini, kelangsungan ekonomi di Desa Naku terpuruk dalam.

Distribusi logistik menjadi sangat mahal dan lambat, yang berujung pada tingginya harga barang kebutuhan pokok serta anjloknya harga jual komoditas pertanian milik warga setempat.

​Masyarakat menegaskan bahwa mereka sudah muak dengan retorika pembangunan yang selalu didengungkan setiap tahunnya tanpa ada realisasi fisik.

Sikap abai dari pemerintah daerah ini dinilai melanggar hak masyarakat untuk mendapatkan fasilitas publik yang layak dan aman.

​Kerusakan masif ini juga meluas ke beberapa wilayah tetangga seperti Desa Biru, menjadikannya krisis lintas desa yang memerlukan intervensi darurat dari tingkat kabupaten maupun provinsi.

Warga menyatakan tidak akan lagi menerima janji-janji manis tanpa adanya alat berat yang turun ke lokasi.

​Harapan besar kini bertumpu pada itikad baik Bupati TTU beserta jajaran eksekutif untuk segera menjadwalkan kunjungan kerja langsung ke lokasi-lokasi kritis tersebut.

Warga menuntut transparansi anggaran serta kepastian waktu dimulainya proyek pengerasan dan pengaspalan jalan di Kecamatan Biboki Feotleu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *