Gubernur Melki Laka Lena Tetapkan RAD API 2025-2045 Jadi Panduan Iklim NTT

BERITA, DAERAH27 Dilihat

Gubernur Melki Laka Lena Tetapkan RAD API 2025-2045 Jadi Panduan Iklim NTTKUPANG, GRANDISMA.COM – Langkah strategis diambil Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam menghadapi ancaman krisis lingkungan global yang kian mengkhawatirkan.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Keputusan Gubernur Nomor 124/KEP/HK/2026 mengenai Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim (RAD API) Provinsi NTT Tahun 2025–2045 di Hotel Harper Kupang, Rabu (17/6).

​Dokumen berjangka panjang ini diproyeksikan sebagai kompas utama sekaligus cetak biru pembangunan daerah yang adaptif dan tangguh terhadap dinamika cuaca ekstrem.

Penetapan RAD API ini menandai keseriusan pemerintah dalam mengintegrasikan variabel risiko iklim ke dalam kebijakan makro pembangunan wilayah selama dua dekade ke depan demi melindungi ruang hidup masyarakat Flores, Sumba, Timor, dan Alor.

​Dalam pidatonya, Melki Laka Lena menyatakan bahwa RAD API bukan sekadar lembaran dokumen teknis akademis yang minim aplikasi di lapangan.

Regulasi ini merupakan bentuk komitmen politik dan moral dari pemerintah untuk meminimalisasi kerentanan ekologis yang dialami warga.

Perubahan pola iklim global telah memicu berbagai disrupsi serius pada mata pencaharian utama masyarakat NTT di sektor agraris dan maritim.

​”Dokumen RAD API ini tidak boleh hanya berakhir menjadi pajangan atau tersimpan rapi di rak arsip instansi. Regulasi ini harus menjadi kompas hidup yang memandu jalannya pembangunan NTT menuju daerah yang tangguh dan berkelanjutan,” tegas Gubernur Melki

​Gubernur memaparkan bahwa posisi geografis NTT menjadikannya sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang paling rentan terhadap guncangan perubahan iklim.

Karakteristik wilayah yang kering, musim kemarau yang panjang, serta ancaman badai siklon tropis menuntut adanya kesiapsiagaan yang terstruktur.

Kebijakan konvensional dinilai sudah tidak lagi relevan untuk menjawab tantangan bencana hidrometeorologi yang kian sulit diprediksi.

​Melalui sosialisasi ini, Gubernur menginstruksikan seluruh jajaran kepala dinas dan badan untuk segera menurunkan poin-poin strategis RAD API ke dalam rencana kerja tahunan.

Langkah mitigasi dan adaptasi harus tercermin dalam alokasi anggaran dan program kerja riil di lapangan, sehingga target penurunan tingkat risiko bencana lingkungan di wilayah NTT dapat tercapai secara konsisten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *