Gandeng Pemkab Belu, ISI Surakarta Siap Buka Program Akademik Seni Lintas Batas Negara dengan Timor Leste

BERITA, DAERAH, KESENIAN15 Dilihat

Gandeng Pemkab Belu, ISI Surakarta Siap Buka Program Akademik Seni Lintas Batas Negara dengan Timor LesteATAMBUA, GRANDISMA.COM – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menunjukkan komitmen tinggi dalam memajukan kebudayaan di wilayah perbatasan Indonesia melalui penguatan kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Belu.

Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn., secara resmi mengumumkan rencana ambisius lembaganya untuk memperluas jangkauan kolaborasi akademik hingga melibatkan negara tetangga, Timor Leste, melalui jembatan diplomasi seni dan budaya di Tanah Belu.

​Langkah taktis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kedua antara ISI Surakarta dan Pemkab Belu yang meletakkan fondasi kuat bagi program-program akademik jangka panjang.

Dr. Bondet Wrahatnala menjelaskan bahwa wilayah geografis Belu yang berbatasan langsung dengan Timor Leste memiliki nilai geopolitik dan kultural yang sangat strategis.

Potensi kesamaan akar budaya ini akan dimanfaatkan untuk menyatukan mahasiswa dari kedua negara dalam ruang kerja ilmiah yang produktif.

​Rencana konkret yang sedang digodok oleh ISI Surakarta meliputi program pertukaran pelajar internasional, pelaksanaan riset kebudayaan bersama, hingga penciptaan karya seni kolaboratif lintas batas negara.

Pemkab Belu di bawah kepemimpinan Bupati Willybrodus Lay akan bertindak sebagai fasilitator utama sekaligus fasilitator birokrasi dalam menghubungkan institusi pendidikan tinggi seni ini dengan otoritas kebudayaan maupun universitas di Timor Leste demi mewujudkan harmoni kawasan.

​”Kami melihat Belu sebagai laboratorium kebudayaan yang sangat kaya dan strategis untuk diplomasi internasional. Melalui fasilitasi dari Pemkab Belu, ISI Surakarta siap membuka ruang kolaborasi akademik yang mengintegrasikan mahasiswa Indonesia dan Timor Leste. Seni adalah bahasa universal yang paling efektif untuk merajut persatuan, mempererat hubungan diplomatik, dan menghapus sekat-sekat perbedaan di garis perbatasan,” tegas Dr. Bondet Wrahatnala

​Selain program pertukaran mahasiswa, kolaborasi akademik ini juga diarahkan untuk memperkuat landasan ilmiah artistik dalam mendukung visi Pemkab Belu mendaftarkan Tarian Likurai ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia (world heritage).

Kehadiran para pakar dan peneliti dari ISI Surakarta diharapkan mampu menyusun dokumen kebudayaan yang komprehensif, mulai dari kajian historis, koreografi, hingga nilai filosofis yang terkandung dalam tarian perang khas masyarakat Timor tersebut.

​Rektor ISI Surakarta memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, beserta seluruh jajaran pemerintah daerah atas dedikasi dan keterbukan menerima kehadiran akademisi seni.

Kemitraan strategis ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi seni tidak hanya berkutat pada menara gading akademis, melainkan mampu turun langsung ke daerah untuk berkontribusi dalam pembangunan karakter bangsa dan memperkuat pengakuan internasional terhadap kekayaan budaya lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *