Gairahkan Olahraga Perbatasan, Turnamen Catur Ceria Pererat Hubungan Veteran dan Pecinta Catur Belu

BERITA, DAERAH, OLAHRAGA69 Dilihat

Gairahkan Olahraga Perbatasan, Turnamen Catur Ceria Pererat Hubungan Veteran dan Pecinta Catur BeluATAMBUA, GRANDISMA.COM – Kantor Markas Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Belu di Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, mendadak menjadi pusat perhatian para pecinta olahraga asah otak.

Ajang Turnamen Catur Ceria dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dihelat meriah untuk merekatkan ikatan emosional lintas generasi.

​Ajang silaturahmi yang digagas bersama Percasi Belu dan komunitas jurnalis Pena Tasbar ini diikuti oleh sembilan klub catur tangguh dari berbagai wilayah, di mana masing-masing klub menurunkan kekuatan penuh empat pemain utama dan satu cadangan.

​Deretan klub yang siap berlaga meliputi Kuda Bulak Nanaerai Tasbar, En Passant A dan B Atambua, Kuda Putih, Pion Sakti, Kuda Mas, Percasi TTU, Jantung Raja Kefa, Benteng Lakaan Fatubenao, serta klub dari Pion Turiskain dan Panzer Kilo 2.

​Ketua LVRI Belu, Stefanus Atok Bau, mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas digelarnya turnamen catur di lingkungan markas veteran.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi simbol bahwa semangat perjuangan dan jiwa kebersamaan tidak pernah luntur oleh usia.

​Ketua Percasi Belu, Aprianus Hale, dalam pidato pembukaannya menekankan bahwa dinamika permainan catur merefleksikan ketepatan strategi dan kesabaran para pejuang kemerdekaan dalam merebut kedaulatan bangsa.

​Sebagai bentuk komitmen pembinaan jangka panjang, Aprianus Hale secara khusus mengusulkan agar turnamen catur ceria ini dapat diagendakan secara rutin setiap tahunnya oleh pengurus Percasi dan para pemangku kepentingan.

​Ia juga menekankan pentingnya melibatkan generasi milenial dalam setiap penyelenggaraan ke depan, agar bibit-bibit atlet catur muda berbakat di Kabupaten Belu terus bermunculan dan berprestasi.

​Dukungan penuh dari para senior LVRI serta kehadiran rekan-rekan media dari Pena Tasbar memberikan warna tersendiri dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkarakter di beranda depan NKRI.

​Pertandingan yang berlangsung penuh keakraban ini membuktikan bahwa suasana kompetisi dapat berjalan seru dan menghibur tanpa harus kehilangan esensi kebersamaan dan kekeluargaan antarwarga.

​Menjelang akhir acara, seluruh peserta dan tamu undangan sepakat untuk terus merawat semangat persatuan, menjadikan papan catur sebagai medium pemersatu antargenerasi di bumi perbatasan Belu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *