Dr. Bondet Wrahatnala Jamin Keberlanjutan Hubungan ISI Surakarta dan Pemkab Belu Tetap Abadi Tanpa Intervensi Politik Pilkada

BERITA, DAERAH, KESENIAN18 Dilihat

Dr. Bondet Wrahatnala Jamin Keberlanjutan Hubungan ISI Surakarta dan Pemkab Belu Tetap Abadi Tanpa Intervensi Politik PilkadaATAMBUA, GRANDISMA.COM – Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn., memberikan garansi penuh bahwa kemitraan strategis yang telah terjalin antara institusinya dengan Pemerintah Kabupaten Belu akan tetap berjalan abadi.

Dr. Bondet menegaskan bahwa kerja sama kebudayaan dan akademik ini bersifat institusional dan tidak akan pernah berhenti atau terpengaruh oleh dinamika politik lokal maupun pergantian pucuk kepemimpinan di daerah.

​Penegasan tersebut disampaikan menyusul penandatanganan perpanjangan naskah kerja sama (MoU) antara pihak kampus dan pemerintah daerah dalam pengembangan potensi kesenian di wilayah perbatasan.

ISI Surakarta memandang pembangunan sektor kebudayaan di Kabupaten Belu sebagai program jangka panjang yang melampaui sekat-sekat periodisasi politik praktis, sehingga jaminan keberlanjutan program menjadi hal yang mutlak dipertahankan.

​”Kami berharap ke depan, dengan adanya kerja sama ini, tidak pernah akan berhenti. Siapapun pimpinannya nanti yang menjabat di Kabupaten Belu, hubungan antara dua institusi ini, termasuk rencana perluasan program ke Timor Leste, harus tetap dilanjutkan. Komitmen ISI Surakarta untuk memajukan seni budaya di Tanah Belu adalah komitmen kebangsaan yang sifatnya abadi dan melintasi kepentingan politik sesaat,” ujar Dr. Bondet Wrahatnala

​Guna memastikan komitmen tersebut berjalan konsisten, ISI Surakarta telah menyusun peta jalan (roadmap) pengabdian masyarakat dan riset kebudayaan di Belu yang terstruktur untuk beberapa tahun ke depan.

Fokus utama dari program kerja ini adalah melakukan standardisasi, dokumentasi digital, serta penguatan kapasitas para seniman lokal dan sanggar-sanggar tari tradisional yang ada di pelosok desa agar memiliki daya saing global.

​Secara khusus, Dr. Bondet juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan kepada Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, yang dinilai memiliki visi kebudayaan yang melompat jauh ke depan.

Kepercayaan tinggi yang diberikan oleh jajaran Pemda Belu kepada ISI Surakarta menjadi modal utama bagi para dosen dan mahasiswa program pascasarjana untuk terus melahirkan inovasi-inovasi artistik yang berdampak langsung pada identitas daerah.

​Dengan adanya jaminan keberlanjutan dari salah satu institut seni terbaik di Indonesia ini, Kabupaten Belu kini memiliki mitra akademis yang tangguh dalam mengawal pelestarian budayanya di kancah internasional.

Publik perbatasan menaruh harapan besar agar kolaborasi ini terus melahirkan terobosan baru yang tidak hanya menyelamatkan aset budaya dari kepunahan, tetapi juga berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat lokal melalui industri kreatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *