Dongkrak Produktivitas Pertanian Perbatasan, Wabup Belu Serahkan Bantuan Hand Traktor dan Pompa Air

BERITA, DAERAH, PERTANIAN77 Dilihat

Dongkrak Produktivitas Pertanian Perbatasan, Wabup Belu Serahkan Bantuan Hand Traktor dan Pompa AirATAMBUA, GRANDISMA.COM – Pemerintah Kabupaten Belu terus menunjukkan komitmen strategis dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah beranda terdepan NKRI.

Langkah nyata tersebut dibuktikan melalui penyerahan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) berupa 4 unit hand tractor (traktor tangan) dan 10 unit mesin pompa air.

Bantuan stimulan ini dialokasikan secara khusus untuk mendukung keberlanjutan usaha 14 Kelompok Tani (Poktan) yang tersebar di wilayah Kabupaten Belu.

​Penyerahan bantuan secara simbolis tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, pada Rabu (24/06/2026).

Agenda yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu ini turut dihadiri dan didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan beserta jajaran fungsional terkait.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari akselerasi pemulihan ekonomi sektor rill pasca-musim tanam utamanya.

​ Vicente menegaskan bahwa penyerahan alsintan ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) pemerintah daerah untuk memodernisasi sektor pertanian lokal.

Intervensi teknologi pertanian diharapkan mampu memacu produktivitas lahan milik masyarakat secara signifikan.

Pemkab Belu menilai modernisasi instrumen kerja menjadi kunci utama agar komoditas pangan lokal mampu bersaing di pasar regional.

​”Bantuan ini hadir untuk mendukung penuh produktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan Belu. Tidak berhenti di sini, pada perubahan anggaran nanti, pemerintah berkomitmen menambahkan 10 unit mesin pompa air lagi demi mengoptimalkan hasil panen petani,” ujar Vicente optimis.

​Guna memperluas jangkauan stimulus dari pemerintah pusat, Wabup Vicente juga menginstruksikan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk mengubah pola kerja menjadi lebih proaktif.

PPL dituntut mendampingi kelompok tani secara melekat, terutama dalam menyusun dan mengajukan proposal program ke Kementerian Pertanian melalui sistem digital atau website resmi.

Digitalisasi pengajuan ini diharapkan memangkas birokrasi dan mempercepat serapan bantuan.

​Di samping itu, orang nomor dua di Kabupaten Belu ini menitipkan pesan mendalam agar fasilitas yang diberikan oleh negara dapat dikelola dengan prinsip gotong royong.

Pihaknya melarang keras adanya penguasaan sepihak atas alsintan oleh oknum pengurus kelompok.

“Saya harapkan seluruh kelompok tani dapat merawat bantuan alsintan ini dengan baik. Gunakan secara bersama-sama sesuai peruntukannya demi kemajuan kelompok,” pesannya mengingatkan.

​Menutup arahannya, Wabup Belu memerintahkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk melakukan pengawasan dan pemantauan secara berkala di lapangan.

Evaluasi berkala dinilai krusial untuk memastikan mesin-mesin tersebut bekerja optimal dan tepat sasaran.

Dinas teknis diminta tidak ragu mengambil tindakan administratif jika ditemukan adanya penyalahgunaan bantuan di tingkat bawah.

​”Semoga bantuan ini membawa dampak kesejahteraan nyata bagi 140 petani yang terlibat, sekaligus meningkatkan roda perekonomian keluarga. Petani Belu harus makin semangat dan mandiri,” pungkas Vicente.

Langkah taktis ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan pangan di tapal batas internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *