Bupati Belu Jajaki Kerja Sama ‘Sister City’ dan Penempatan Tenaga Kerja dengan Wali Kota Darwin

BERITA, POLITIK9 Dilihat

Bupati Belu Jajaki Kerja Sama 'Sister City' dan Penempatan Tenaga Kerja dengan Wali Kota DarwinDARWIN, GRANDISMA.COM – Pemerintah Kabupaten Belu membidik peluang kerja sama internasional berskala luas dengan Pemerintah Kota Darwin, Australia, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal di wilayah perbatasan.

Langkah strategis ini diinisiasi langsung oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H., melalui pertemuan bilateral dengan Wali Kota Darwin di sela-sela perhelatan internasional Darwin Fusion 2026 yang berlangsung pada 7–10 Juli 2026.

Pertemuan tersebut secara khusus membahas draf kesepakatan kota kembar (Sister City) serta pemetaan kebutuhan pasar kerja di Northern Territory.

​Dalam audiensi tersebut, Wali Kota Darwin mengungkapkan bahwa kota tersebut saat ini tengah menghadapi keterbatasan pasokan tenaga kerja terampil di sejumlah sektor pelayanan domestik dan teknis.

Merespons situasi tersebut, Pemkab Belu berupaya menangkap peluang dengan menawarkan pengiriman tenaga kerja legal asal Kabupaten Belu untuk mengisi pos-pos pekerjaan spesifik.

Beberapa sektor yang mendesak untuk diisi antara lain adalah tenaga perawatan lansia (home care), teknisi perpipaan (plumber), serta tenaga penataan pertamanan (gardener).

​”Pertemuan dengan Wali Kota Darwin ini merupakan langkah konkret untuk membuka akses kerja sama internasional yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain membahas program Sister City, kami berfokus pada draf penempatan tenaga kerja formal asal Belu di Darwin. Kami ingin memastikan bahwa setiap kunjungan kerja yang dilakukan menghasilkan peluang nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan terbukanya lapangan kerja legal,” ujar Bupati Willybrodus Lay, Sabtu (11/07/2026).

​Selain isu ketenagakerjaan dan tata kelola kota, diplomasi ini juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi kebudayaan daerah guna menarik minat wisatawan asing ke daratan Timor.

Bupati Willybrodus mempromosikan keunikan Festival Fulan Fehan sebagai salah satu warisan budaya unggulan yang menjadi magnet pariwisata di Kabupaten Belu.

Promosi tersebut mendapat respons positif dari Wali Kota Darwin yang menyatakan komitmennya untuk memimpin langsung delegasi kebudayaan Australia guna menghadiri festival tersebut pada penyelenggaraan berikutnya.

​Guna memastikan implementasi kerja sama berjalan sesuai koridor hukum kedua negara, Bupati Belu juga melakukan koordinasi intensif dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia, Dr. Siswo Pramono.

Pihak Kedutaan Besar RI di Canberra menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi prosedur kepengurusan dokumen serta penyediaan draf nota kesepahaman agar penempatan tenaga kerja dari Belu berjalan aman, profesional, dan memenuhi standar regulasi internasional.

KBRI juga meminta Pemkab Belu menyiapkan draf infografis materi promosi potensi daerah untuk dipajang di seluruh kantor konsulat jenderal di Australia.

​Kunjungan kerja internasional ini menjadi bagian dari penguatan sinergi kawasan Indonesia Timur, di mana delegasi Belu berkolaborasi dengan Bupati Malaka, Bupati Timor Tengah Utara (TTU), serta perwakilan dari Provinsi Maluku dan Bali.

Sinergi lintas daerah ini diharapkan mampu memperkuat daya tawar Indonesia dalam membangun kemitraan ekonomi dengan wilayah utara Australia.

Pemkab Belu optimistis kerja sama taktis ini akan menjadi pintu masuk utama bagi lompatan kemajuan pembangunan daerah di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *