KUPANG, GRANDISMA.COM – Gubernur NTT Melki Laka Lena mengambil langkah tegas terkait pengelolaan PT Flobamor. Ia meminta dilakukan audit investigatif secara menyeluruh terhadap perusahaan tersebut.
​Permintaan ini muncul sebagai salah satu poin rekomendasi dalam RUPS-LB PT Flobamor. Melki ingin memastikan tidak ada praktik yang menyimpang di masa lalu.
​”RUPS merekomendasikan kepada Inspektorat NTT dan/atau BPK serta BPKP untuk melakukan audit investigatif,” tegas Melki Laka Lena, Rabu (18/03/26).
​Audit ini akan menyasar seluruh lini pengelolaan PT Flobamor maupun saat transisi menjadi Perseroda. Hal ini dilakukan untuk menjamin transparansi publik.
​Langkah ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada rakyat NTT. Melki menekankan pentingnya clean government di lingkungan BUMD.
​Hasil audit nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan selanjutnya. Jika ditemukan penyimpangan, langkah hukum tidak menutup kemungkinan diambil.
​Masyarakat NTT selama ini menaruh perhatian besar pada kinerja PT Flobamor. Audit investigatif ini diharapkan bisa menjawab keraguan publik terkait akuntabilitas perusahaan.
​Melki Laka Lena menyatakan tidak akan memberikan toleransi bagi pengelola yang tidak amanah. Integritas menjadi syarat mutlak dalam kepemimpinannya.
​Pihak Inspektorat Provinsi NTT segera diperintahkan untuk melakukan koordinasi dengan BPK dan BPKP. Proses ini diharapkan bisa berjalan dalam waktu dekat.
​Upaya bersih-bersih ini dipandang sebagai fondasi awal sebelum PT Flobamor melangkah lebih jauh sebagai badan usaha yang profesional.





