ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Langkah cepat manajemen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Atambua dalam merespons kebutuhan digitalisasi daerah menuai pujian dari pucuk pimpinan Kabupaten Belu.
Bupati Belu, Willybrodus Lay, secara terbuka menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen korporasi perbankan pelat merah tersebut.
BNI dinilai jeli melihat peluang kolaborasi yang saling menguntungkan demi penguatan kas daerah.
Apresiasi tersebut mengemuka pasca-prosesi penandatanganan berkas MoU dan PKS yang mengikat kedua belah pihak di Ruang Kerja Bupati, Selasa, 2 Juni 2026.
Willy Lay menilai inisiatif yang ditunjukkan oleh Pimpinan BNI Atambua, Daniel Padja, adalah bentuk kepedulian nyata dunia usaha terhadap keberlangsungan pembangunan.
Pemkab Belu merasa mendapatkan sekutu strategis yang kuat untuk mengamankan potensi pendapatan daerah.
”Terima kasih yang mendalam kami sampaikan kepada pimpinan BNI beserta seluruh jajaran yang telah menyambut baik dan berinisiatif mewujudkan kerja sama ini,” ujar perwakilan manajemen perbankan mengutip respons bupati.
Willy Lay berharap masuknya sistem perbankan modern ini dapat segera mengakhiri era kebocoran pendapatan asli daerah yang selama ini menjadi momok bagi APBD Belu.
Willy Lay juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran pimpinan perangkat daerah terkait untuk segera membuka akses koordinasi teknis seluas-luasnya dengan tim IT BNI.
Birokrasi yang kaku tidak boleh menjadi penghambat bagi proses integrasi sistem pembayaran yang sedang dikebut.
Kesiapan data objek pajak yang akurat menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan oleh dinas pendapatan dalam minggu ini.
Kerja sama pengoperasian layanan retribusi ini dinilai sangat strategis mengingat target pendapatan daerah Belu tahun ini mengalami peningkatan signifikan.
Penambahan kantong-kantong penerimaan baru dari sektor retribusi pasar dan pariwisata membutuhkan sistem pengamanan dana yang andal.
Rekam jejak BNI sebagai bank skala nasional menjadi garansi utama bagi keamanan transaksi keuangan daerah tersebut.
Di sisi lain, inisiatif BNI ini juga dipandang sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program pemulihan ekonomi pasca-pandemi di tingkat lokal.
Kemudahan transaksi pembayaran pajak akan meringankan beban administratif para pelaku usaha mikro di Belu.
Iklim investasi yang ramah dan efisien diharapkan dapat tercipta secara bertahap lewat perbaikan sistem layanan publik ini.
Apresiasi dari orang nomor satu di Belu ini menjadi modal psikologis yang kuat bagi seluruh jajaran karyawan BNI Kantor Cabang Atambua.
Daniel Padja dituntut untuk membuktikan bahwa kepercayaan besar yang diberikan oleh bupati dapat dijawab dengan performa sistem yang stabil dan prima.
Uji publik pertama terhadap sistem pembayaran retribusi baru ini dijadwalkan akan segera diluncurkan akhir bulan nanti.
Perhelatan di Ruang Kerja Bupati Belu ini pada akhirnya menegaskan satu hal penting: tata kelola keuangan perbatasan kini sedang bergerak ke arah yang lebih modern.
Sinergi antara Willybrodus Lay dan Daniel Padja menjadi simbol dari bersatunya otoritas politik dan kekuatan finansial demi kemajuan daerah.
