Pimpin Upacara Pemakaman John Letto, Bupati Willy Lay Ajak ASN Warisi Semangat Pengabdian Almarhum

BERITA, DAERAH, POLITIK, TOKOH118 Dilihat

Pimpin Upacara Pemakaman John Letto, Bupati Willy Lay Ajak ASN Warisi Semangat Pengabdian AlmarhumATAMBUA, GRANDISMA.COM – Upacara pemakaman kedinasan Drs. Johanes Stefanus Letto pada Minggu sore dimanfaatkan Bupati Belu, Willybrodus Lay, sebagai momentum refleksi bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menyerukan agar semangat melayani yang dimiliki mendiang John Letto harus hidup kembali dalam birokrasi modern.

​Di hadapan ratusan ASN yang hadir, Willy Lay memaparkan bagaimana John Letto memimpin Belu di masa sulit tanpa teknologi canggih, namun tetap mampu menghasilkan dampak besar bagi masyarakat. Dedikasi tersebut adalah ruh yang seharusnya dimiliki oleh setiap abdi negara.

​”Almarhum mengajarkan kita bahwa jabatan adalah sarana pengabdian, bukan untuk mencari keuntungan pribadi,” tegas Willy Lay. Pernyataan ini menjadi pengingat keras bagi para pejabat daerah untuk tetap menjaga integritas dan moralitas dalam bekerja.

​Menurut Willy Lay, tantangan ASN saat ini berbeda dengan era 80-an, namun esensi pengabdiannya tetap sama. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan John Letto saat membuka keterisolasian desa-desa di Belu harus menjadi inspirasi dalam mempercepat pembangunan.

​Bupati juga menyoroti pentingnya loyalitas kepada daerah di atas kepentingan golongan. John Letto dikenal sebagai pemimpin yang merangkul semua etnis dan kelompok di Belu, menciptakan harmoni yang menjadi modal utama stabilitas wilayah perbatasan.

​Dalam prosesi kedinasan tersebut, Willy Lay secara simbolis menyerahkan bendera pusaka kepada pihak keluarga sebagai bentuk apresiasi negara. Ia berharap bendera tersebut menjadi saksi sejarah bagi anak cucu almarhum atas dedikasi luar biasa sang ayah.

​Partisipasi penuh dari seluruh pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dalam upacara ini menunjukkan penghormatan kolektif birokrasi Belu. John Letto dianggap sebagai senior yang berhasil meletakkan standar etika birokrasi yang luhur.

​Upacara ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para pensiunan pejabat yang pernah bekerja di bawah kepemimpinan John Letto. Mereka berbagi cerita tentang ketegasan almarhum dalam mendidik bawahan agar menjadi pelayan publik yang handal.

​Willy Lay menutup arahannya dengan harapan agar setiap ASN di Belu menanamkan “Jiwa John Letto” dalam tugas keseharian mereka. Melayani dengan hati, bertindak dengan integritas, dan mengutamakan kepentingan umum adalah kunci kemajuan daerah.

​Dengan berakhirnya upacara ini, pemerintah Kabupaten Belu berkomitmen untuk tetap menjaga dan merawat aset-aset pembangunan yang telah dimulai oleh almarhum sebagai bentuk penghormatan abadi atas jasanya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *