Presiden Iran Puji Nyali Erdogan Kutuk Serangan ‘Rezim Zionis’ ke Teheran

Presiden Iran Puji Nyali Erdogan Kutuk Serangan 'Rezim Zionis' ke TeheranTEHERAN, GRANDISMA.COM – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara terbuka memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Pujian ini dilontarkan menyusul sikap tegas Erdogan yang mengutuk keras serangan militer yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran baru-baru ini.

​Melalui pernyataan resmi di media sosial X, Pezeshkian menyebut kepemimpinan Erdogan sebagai contoh keberanian dalam membela kedaulatan sesama negara Muslim.

Ia menilai posisi Turki saat ini sangat krusial di tengah meningkatnya tensi ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan kekuatan global.

​”Sikap teguh Presiden Republik Turki, Erdogan, dalam mengutuk rezim Zionis yang agresif benar-benar patut dipuji,” tulis Pezeshkian dalam unggahannya yang dikutip pada Rabu, 25 Maret 2026.

Menurutnya, tindakan Erdogan mencerminkan solidaritas yang kuat. [00:24]

​Pezeshkian juga menggarisbawahi peran historis Turki sebagai saudara bagi bangsa Iran.

Selama bertahun-tahun, Turki dianggap telah mengambil peran penting dalam menjaga solidaritas di antara Umat Islam, terutama saat menghadapi tekanan dari pihak luar yang ingin mengganggu stabilitas kawasan.

​Lebih lanjut, pemimpin Iran tersebut menegaskan komitmennya untuk terus berjalan beriringan dengan Ankara.

Ia percaya bahwa kerjasama antara dua kekuatan besar di kawasan ini adalah kunci untuk menghadapi apa yang disebutnya sebagai ancaman imperialisme di tanah para nabi.

​Di sisi lain, Presiden Erdogan sebelumnya memang telah menyerukan agar perang yang ia sebut sebagai “perang melanggar hukum” segera dihentikan.

Erdogan mengecam tindakan militer Israel yang didukung oleh Amerika Serikat sebagai bentuk agresi yang melampaui batas kemanusiaan.

​Erdogan bahkan menggunakan istilah “jaringan pembantaian” untuk mendeskripsikan operasi militer yang dipimpin oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Menurut Erdogan, dunia internasional kini tengah menanggung beban berat akibat ambisi politik satu pihak di Yerusalem.

​Saling puji dan dukungan antara Teheran dan Ankara ini menandakan babak baru dalam hubungan diplomatik kedua negara.

Meskipun seringkali memiliki perbedaan dalam beberapa isu regional lain, isu Palestina dan pertahanan kedaulatan tampaknya menjadi perekat kuat bagi keduanya.

​Pezeshkian menutup pernyataannya dengan doa agar jalan terhormat yang ditempuh bersama Turki ini mendapat rahmat Tuhan.

Ia yakin bahwa kebersamaan ini akan membuahkan hasil positif bagi stabilitas keamanan di Timur Tengah yang kian rapuh.

​Sentimen positif ini diharapkan dapat meredam eskalasi konflik yang lebih luas. Namun, banyak analis yang memantau bagaimana respons Washington dan Tel Aviv terhadap kemesraan baru antara dua pemimpin berpengaruh di dunia Islam ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *