Atasi Stunting dan Dampak Perubahan Iklim, Pemkab Belu Gandeng KITA SEHAT dan Bappenas

Atasi Stunting dan Dampak Perubahan Iklim, Pemkab Belu Gandeng KITA SEHAT dan BappenasATAMBUA, GRANDISMA.COM – Pemerintah Kabupaten Belu terus menggalang dukungan lintas lembaga untuk mengakselerasi penanganan masalah gizi buruk dan stunting yang masih menjadi tantangan utama di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.

​Langkah strategis tersebut dibahas dalam audiensi antara Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., bersama perwakilan Bappenas RI, Kedutaan Besar Australia, dan Manajemen Program KITA SEHAT di Atambua, Senin (27/7/2026).

​Wakil Bupati Belu mengungkapkan bahwa penanganan isu gizi di Kabupaten Belu memerlukan pendekatan multisektoral karena dipengaruhi oleh berbagai variabel luar, termasuk tekanan ekonomi warga dan ketidakpastian iklim.

​”Tantangan kesehatan di Kabupaten Belu masih cukup berat, yakni angka stunting dan gizi buruk yang berada pada tingkat tinggi. Kondisi ini diperberat oleh dampak perubahan iklim belakangan ini serta keterbatasan kemampuan keuangan daerah,” terang Vicente.

​Hadirnya Program KITA SEHAT yang digagas atas kerja sama bilateral Indonesia dan Australia dinilai sangat tepat sasaran dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat perbatasan secara berkelanjutan.

​Pimpinan KITA SEHAT Provinsi NTT, dr. Teda Littik, bersama tim Bappenas RI menegaskan bahwa program ini akan mengintegrasikan intervensi kesehatan dengan penguatan kapasitas lokal.

​Menindaklanjuti pertemuan awal ini, Pemkab Belu akan segera menyelaraskan program kerja lintas dinas, mencakup sektor kesehatan, pertanian, serta peternakan agar penanganan gizi dapat berjalan secara hulu ke hilir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *