Venezuela, Grandisma.com – Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, secara terbuka meminta bantuan dari komunitas internasional terkait dengan apa yang ia sebut sebagai peningkatan aktivitas militer Amerika Serikat yang semakin agresif di kawasan Karibia.
Permintaan ini disampaikan dalam pidato penting di hadapan panel pakar internasional pada hari Jumat (14/11/2025), menandai eskalasi dramatis dalam ketegangan antara kedua negara.
Maduro, dengan nada mendesak, menyerukan kepada negara-negara di seluruh dunia dan organisasi internasional untuk membantu Venezuela dalam menekan Washington agar menghentikan kebijakan yang dianggapnya sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan dan stabilitas regional.
“Kami menghadapi situasi yang sangat genting,” kata Maduro. “Aktivitas militer AS di Karibia telah meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir, dan kami percaya bahwa ini merupakan upaya yang disengaja untuk mengintimidasi Venezuela dan mengganggu stabilitas kawasan.”
Pernyataan Maduro muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran di Caracas tentang potensi intervensi militer AS. Pemerintah Venezuela telah lama menuduh Washington berupaya menggulingkan Maduro dan menggantikannya dengan pemerintahan yang lebih ramah terhadap kepentingan AS.
Amerika Serikat, di sisi lain, telah berulang kali membantah tuduhan tersebut. Mereka berdalih bahwa kehadiran militernya di Karibia adalah bagian dari operasi rutin untuk memerangi perdagangan narkoba dan menjaga keamanan regional. Namun, Maduro dan sekutunya tetap skeptis.
“Kami tidak percaya narasi mereka,” tegas Maduro. “Kami tahu bahwa tujuan sebenarnya dari kehadiran militer AS adalah untuk menekan Venezuela dan memaksakan kehendak mereka pada kami.”
Menanggapi meningkatnya ketegangan, Maduro telah memerintahkan angkatan bersenjata Venezuela untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperketat patroli di sepanjang perbatasan maritim negara itu. Dia juga telah menjalin komunikasi dengan sekutu regional dan internasional untuk mencari dukungan diplomatik dan politik.
Permintaan bantuan internasional Maduro telah mendapat tanggapan beragam. Beberapa negara, termasuk Kuba dan Rusia, telah menyatakan dukungan kuat mereka untuk Venezuela dan mengutuk tindakan AS. Negara lain, termasuk beberapa anggota Uni Eropa, telah menyerukan dialog dan de-eskalasi ketegangan.
Namun, Amerika Serikat sejauh ini tetap tidak terpengaruh oleh seruan tersebut. Pemerintah AS belum secara terbuka menanggapi permintaan Maduro untuk bantuan internasional, tetapi para pejabat telah secara pribadi menolak tuduhan agresi dan menyatakan bahwa tindakan AS di Karibia bersifat defensif dan sah.
Situasi di Karibia tetap tegang dan tidak pasti. Dengan kedua belah pihak yang semakin mengakar dalam posisi mereka, ada risiko nyata bahwa ketegangan dapat meningkat menjadi konflik terbuka. Komunitas internasional harus bertindak cepat untuk menengahi penyelesaian damai dan mencegah bencana.

