Gubernur NTT dan Wali Kota Batam Jajaki Kerja Sama Sektor Maritim dan Logistik

BERITA, DAERAH, POLITIK4 Dilihat

Gubernur NTT dan Wali Kota Batam Jajaki Kerja Sama Sektor Maritim dan LogistikBATAM, GRANDISMA.COM – Sektor maritim menjadi fokus utama dalam pertemuan bilateral antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Batam di Batam Center, Senin (11/5/2026).

Kedua daerah yang memiliki karakteristik wilayah perairan luas ini sepakat untuk menjajaki kerja sama konkret di bidang industri galangan kapal dan optimalisasi jalur logistik.

​Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar pembangunan ekonomi di wilayahnya adalah ketergantungan pada jalur logistik yang panjang melalui Surabaya dan Makassar.

Hal ini memicu biaya tinggi yang membebani masyarakat, sehingga diperlukan solusi transportasi laut yang lebih mandiri dan efisien.

​Menanggapi kebutuhan tersebut, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menawarkan potensi besar industri galangan kapal Batam yang saat ini memiliki sekitar 135 perusahaan aktif.

Kerja sama ini diproyeksikan mencakup pengadaan armada kapal angkut dan kapal distribusi logistik yang sesuai dengan kebutuhan wilayah perairan NTT.

​Amsakar menjelaskan bahwa Batam siap menjadi mitra strategis dalam penyediaan sarana transportasi laut yang tangguh.

Dengan kapasitas galangan kapal yang sudah diakui internasional, Batam dapat mendukung NTT dalam membangun kedaulatan maritim melalui penyediaan kapal-kapal berkualitas tinggi dengan biaya yang lebih kompetitif.

​Selain pengadaan armada, kedua pemimpin daerah ini juga membahas peluang pengoperasian kapal secara bersama untuk membuka rute-rute baru yang lebih langsung.

Kerja sama ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh barang dari produsen ke konsumen di berbagai pelosok kabupaten di Provinsi NTT.

​Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Zet Sony Libing, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, memaparkan data inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang sangat dipengaruhi oleh kelancaran arus barang.

Menurutnya, kolaborasi dengan industri maritim Batam adalah jawaban atas kebuntuan logistik selama ini.

​Pihak Pemkot Batam juga membuka pintu bagi tenaga kerja dari NTT untuk mendapatkan pelatihan di sektor industri maritim.

Hal ini bertujuan agar saat infrastruktur maritim di NTT berkembang, daerah tersebut sudah memiliki sumber daya manusia yang kompeten dalam mengelola dan merawat aset-aset kelautan tersebut.

​Sinergi ini dipandang sebagai langkah visioner dalam memperkuat poros maritim nasional dari wilayah barat ke timur.

Kedua belah pihak berkomitmen untuk segera menindaklanjuti pertemuan ini ke dalam nota kesepahaman (MoU) yang lebih detail dan bersifat implementatif dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *