BELU, GRANDISMA.COM – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST menggelar rapat bersama para kepala Puskesmas se-Kabupaten Belu, dengan menegaskan pentingnya pengelolaan data ibu hamil sebagai upaya untuk menekan angka stunting di wilayah tersebut.
Rapat tersebut diselenggarakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Belu pada hari Kamis, 05 Maret 2026.
Dalam acara yang dihadiri seluruh kepala Puskesmas di kabupaten itu, Wabup Vicente menyampaikan arahan terkait pengelolaan data kesehatan masyarakat.
Setiap kepala Puskesmas dituntut untuk memiliki data lengkap terkait ibu hamil di wilayah kerja masing-masing.
Data yang harus dimiliki meliputi perkiraan waktu persalinan dan kondisi kesehatan masyarakat yang diperiksa secara berkala.
Informasi ini dianggap krusial untuk mendukung pelayanan kesehatan yang optimal bagi ibu dan anak.
“Menjadi pemimpin berarti bertanggung jawab atas semua tindakan dan administrasi,” tegas Wabup Vicente.
Pengelolaan data yang baik diharapkan dapat mencegah terjadinya kondisi darurat yang tidak terantisipasi.
Kepala Puskesmas diminta untuk tidak menyalahkan staf ketika terdapat kekurangan dalam pelayanan atau data.
Evaluasi terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan harus secara rutin dilakukan untuk memastikan kesesuaian dengan standar yang ditetapkan.
“Kita tidak bisa menyalahkan staf, tapi harus meninjau kembali apa yang sudah kita lakukan dan memastikan semuanya tepat,” ujarnya.
Tanggung jawab moral tersebut ditegaskan karena negara telah memberikan kompensasi bagi tenaga kesehatan untuk mengurus masyarakat.
Pelayanan kesehatan tidak hanya dianggap sebagai urusan administrasi semata. Secara tegas, Wakil Bupati menyatakan bahwa pelayanan ini menyangkut keselamatan hidup dan mati masyarakat.
Setiap kejadian yang memengaruhi kondisi ibu dan anak harus segera dilaporkan ke pihak terkait.
Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan kesehatan juga harus dijalankan dengan konsisten oleh seluruh tenaga kesehatan.
Pihak terkait diminta untuk menjalankan setiap tahapan pelayanan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.
Tidak ada kesenjangan yang boleh terjadi dalam penerapan aturan yang berlaku.
Terkait permasalahan stunting, Wabup Vicente mengingatkan para kepala Puskesmas untuk bekerja sama guna menurunkan angka tersebut.
Beberapa program nasional telah ditetapkan sebagai acuan dalam upaya penanganan stunting.
Program seperti Membangun Generasi Emas (MBG) dan Dapur 3T telah ditetapkan sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.
Implementasi program ini diharapkan dapat meningkatkan status gizi anak-anak di Kabupaten Belu.
“Dengan pengelolaan data yang baik dan pelaksanaan program yang tepat, kita harap angka stunting bisa turun. Ini menjadi tanggung jawab kita semua,” pungkas Wakil Bupati Belu
