Kupang, Grandisma.com – Perubahan pola masyarakat dari konsumtif menjadi produktif menjadi salah satu fokus utama pemerintah provinsi NTT, yang akan diandalkan pada peran aktif Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (Forum PLKP) Provinsi NTT.
Hal ini disampaikan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena pada acara pelantikan dan pengukuhan DPD Forum PLKP Periode 2026–2031 di Hotel Harper Kupang, Jumat, (27/02/26).
Acara yang diadakan pada hari Jumat tersebut dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk pengurus Forum PLKP dari seluruh wilayah kabupaten dan kota di NTT. Proses pengukuhan resmi dilakukan oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi NTT Kanisius Mau.
Menurut gubernur, perubahan pola hidup masyarakat menjadi sangat penting di tengah kebijakan anggaran yang diterapkan saat ini. Selain itu, upaya tersebut juga ditujukan untuk menekan angka defisit perdagangan daerah yang menjadi tantangan utama ekonomi NTT.
“Kita perlu mengubah pola konsumtif menjadi produktif. Defisit perdagangan NTT memerlukan peran lembaga kursus dan pelatihan untuk menekannya,” tegas gubernur.
Peran Forum PLKP sebagai mitra pemerintah dalam membangun sektor swasta juga dinilai krusial untuk mencapai target tersebut.
Dengan sektor swasta yang kuat dan produktif, ketergantungan terhadap barang masuk dapat dikurangi secara bertahap.
Penguatan sektor wirausaha juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Menurut gubernur, sektor ini perlu diperbesar, diperluas, dan terkoneksi dengan perbankan, termasuk melalui akses Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Digitalisasi pelatihan hingga ke tingkat desa-desa juga didorong untuk diimplementasikan. Pola produktif seperti yang diterapkan pada program Kartu Prakerja dijadikan contoh untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat NTT.
Keterlibatan Forum PLKP dalam upaya ini sangat diharapkan mengingat perannya sebagai penghubung bagi masyarakat yang ingin belajar dan mengubah nasib. Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Forum PLKP NTT Mery R. Ch. Mesah.
“LKP menjadi penghubung bagi mereka yang ingin belajar dan mengubah nasib, namun membutuhkan sinergi untuk melahirkan pelatihan vokasi membangun NTT,” ucapnya.
Komitmen untuk mendorong peningkatan kapasitas masyarakat juga dituangkan dalam program kerja lima tahun ke depan.
Upaya penekanan angka pengangguran dan peningkatan daya saing ekonomi daerah menjadi target utama yang akan dicapai.
“Kami ingin mereka mampu menciptakan kerja dan menjadi pelaku utama perubahan. Jangan takut perubahan dan jangan berjalan sendiri,” tegasnya.
Dukungan dari pusat juga diberikan untuk mendukung upaya tersebut. Direktur Kursus dan Pelatihan Indonesia Yaya Sutarya menyampaikan bahwa sejumlah program strategis telah dijalankan dan dapat diperluas bersama Forum PLKP NTT.
“Program Kecakapan Kerja (PKK) bagi anak putus sekolah di bawah 25 tahun telah menjangkau sekitar 3 ribu peserta dengan tingkat capaian 90 persen. Harapannya, Forum PLKP terus mendorong LKP membangun kemitraan dengan berbagai pihak terkait,” tutupnya.
